Jumat, 24 November 2017

Persiapan Satu Hari Sebelum Wawancara Kerja


Gambar. Siswi SMK Tarcisius 1 Semarang, sedang latihan wawancara





Wawancara adalah salah satu dari proses  seleksi  karyawan, hal yang harus dilakukan menjelang wawancara adalah:


  • —  Berlatih teknik wawancara
  • —  Survey tempat wawancara (max  1 hari sebelumnya)
  • —  Malam harinya  Istirahat lah  yang tenang
  • —  Hindari makanan yg memicu kerja lambung berlebihan (Pedas, Panas, Berbau)
  • —  Siapkan pakaian yang rapi, bersih, dan sopan dengan warna yang netral  (malam harinya)
  • —  Bangun lebih pagi (harus sarapan)
  • —  Datang 30 menit sebelum tes dimulai
  • —  Mengisi waktu luang dengan membaca materi wawancara sambil menunggu giliran wawancara (hindari mengobrol yg tidak penting, tidur, makan, atau bermain HP) 


Berlatihlan sejak dini, supaya terbiasa.  Sehingga wawancara kerja menjadi hal yang menarik bukan hal yang menakutkan.
Sukses selalu...

Kamis, 23 November 2017

Pelamar Kerja harus Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas




Semarang (23/11/2017), Ibu Linda Tetelepta, S.A.P., CPHCM menyampaikan bahwa "Pentingnya tujuan hidup yang jelas bagi siswa SMK 1 Tarcisius yang akan segera lulus sekolah".  Hal itu disampaikan beliau saat mengisi CSR BPR Restu Group di SMK Tarcisius 1 Semarang pada pagi hari ini.

Tujuan hidup merupakan salah satu aspek yang paling penting yang membuat seseorang bisa bertahan lama di sebuah perusahaan. Tidak ada alasan yang kuat, yang bisa membuat seorang karyawan memutuskan untuk tetap berkarir diperusahaan atau memilih berkarir di perusahaan lain kecuali alasan Tujuan Hidup.

"Setelah saya bekerja selama 5 tahun, Saya ingin menjadi Manager Operasional di perusahaan tempat saya bekerja".  Dari pernyataan itu, kita bisa menangkap adanya Tujuan Hidup yang jelas dari si karyawan tersebut.

Bersambung.........







Rabu, 22 November 2017

Menyikapi Tes Wawancara Bagi Siswa SMK Tarcisius 1 Semarang



Menyikapi Tes Wawancara

Tes wawancara bagi sebagian orang adalah hal yang sangat menakutkan.
Namun, bagi penulis tes wawancara adalah hal yang paling menarik, karena dalam tes tersebut kita sebagai pelamar kerja, bisa menunjukan kemampuan dan pengalaman nyata kita langsung di hadapan user.



Dalam  sesi  diskusi dengan  siswi SMK Tarcisius 1 Semarang, ada siswi yang mengajukan pertanyaan menarik:

“Saya waktu tes wawancara untuk posisi assisten kepala toko, kok tidak ditanya apa-apa ya??, malah si pewawancara asik SMS an dan WA an sendiri.. saya di cuekin... hampir  20 menit saya diam saja tidak ditanya apa-apa... sampai akhirnya dia selesai dengan aktivitasnya, si pewawancara menyuruh saya keluar....  saya lebih aneh lagi ketika pengumuman hasil seleksi, saya dinyatakan tidak lolos”

Banyak sekali jenis tes yang bentuknya wawancara, salah satunya seperti yang ditanyakan siswi SMK tersebut.  Untuk menjadi asisten kepala toko  maka komunikasi harus baik.  Dalam kasus ini, si pelamar dituntut untuk berinisiatif memulai komunikasi dengan si pewawancara... itu kata kuncinya....

Penting bagi para pelamar kerja untuk selalu meningkatkan kemampuan cara berkomunikasi, banyak membaca buku tentang cara memasuki dunia kerja, dan banyak berdiskusi dengan para praktisi HR supaya mendapatkan pemahaman yang benar perihal "Tes Wawancara untuk memasuki dunia kerja".

(bersambung)...

Selasa, 21 November 2017

BPR RESTU GROUP LITERASI PERBANKAN & TRAINING MENITI KARIR DI DUNIA KERJA DI SMK PL TARCISIUS I SEMARANG - Bagian 2

BPR RESTU GROUP LITERASI PERBANKAN & TRAINING MENITI KARIR DI DUNIA KERJA DI SMK PL TARCISIUS I SEMARANG

Bagian 2 



Memasuki Dunia  kerja adalah hal yang sangat menakutkan bagi sebagian fresh graduate.  Hal ini, dikarenakan para lulusan SMA/SMK tidak mendapatkan informasi yang cukup benar tentang gambaran dunia kerja.

Untuk menjawab itu, maka SMK Tarcisius 1 mengadakan "pelatihan meniti karir di dunia kerja". Pada salah satu kesempatan sesi diskusi para siswa bergantian bertanya "terkait kegundahan mereka".

Salah satunya terkait "kemampuan dalam hal menjawab tes wawancara kerja. tersebut"



Dokumentasi kegiatan

21 Nopember 2017






Senin, 20 November 2017

BPR RESTU GROUP LITERASI PERBANKAN & TRAINING MENITI KARIR DI DUNIA KERJA DI SMK PL TARCISIUS I SEMARANG

LITERASI PERBANKAN
& TRAINING MENITI KARIR DI DUNIA KERJA
DI SMK PL TARCISIUS I SEMARANG




     PT BPR Restu Artha Makmur (BPR Restu Group) kembali mengadakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan tema "Literasi Perbankan & Training Meniti Karir di Dunia Kerja". Program CSR kali ini diadakan di SMK Pangudi Luhur "Tarcisius I" di Jalan Supriyadi Kota Semarang pada tanggal 20 sampai 24 Nopember 2017, diikuti oleh 240 siswa-siswi Kelas XII.


Wakil Kepala Sekolah SMK Tarcisius 1 Semarang - Bpk  Ignatius


     Wakil Kepala Sekolah Bapak Ignatius dalam sambutan mewakili Kepala Sekolah mengatakan bahwa kegiatan CSR ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi dalam memasuki dunia kerja. "Dari para pembicara yang merupakan praktisi di bidangnya, para siswa-siswi dapat mengetahui bahwa intelektual memang perlu, tetapi bukan satu-satunya yang dinilai dalam seleksi penerimaan karyawan baru," kata Wakasek Ignatius.



Praktisi HR -   Ir. Constantinus, S.Psi

     Ilmuwan psikologi sekaligus praktisi HR Ir. Constantinus, S.Psi mengatakan bahwa perusahaan melakukan seleksi penerimaan karyawan baru dengan menilai tujuan hidup, kecerdasan, kepribadian, kompetensi dan / atau pengalaman, dan pendidikan. "Jadi yang nomor satu dilihat perusahaan adalah tujuan hidup pelamar, apakah sesuai dengan visi dan misi perusahaan atau tidak," jelas Ir. Constantinus.

Ibu Hartanti  dari PT BPR Restu Artha Makmur,


     Training ini menghadirkan Ibu Hartanti  dari PT BPR Restu Artha Makmur, yang menjelaskan tentang perbankan pada umumnya dan PT BPR Restu Artha Makmur pada khususnya.

(Bersambung)
 

----- oOo -----
Penulis: 
Constantinus



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources.
 Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan 
Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi
Dokumentasi lainnya:






Sabtu, 18 November 2017

Besarnya Pengaruh Pasangan Hidup Karyawan / Karyawati terhadap Produktivitas di Tempat Kerja



Pojok Psikologi Industri





Besarnya Pengaruh Pasangan Hidup Karyawan / Karyawati 
terhadap Produktivitas di Tempat Kerja


Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi & Praktisi HR)



Suatu ketika, saya diajak ngobrol santai oleh seorang teman tentang pengaruh pasangan hidup karyawan / karyawati terhadap kemajuan perusahaan.

"Oh, itu jelas sangat penting !"kata saya.

"Lho, kok bisa ?" teman saya menimpali kata-kata saya. "Yang bekerja di perusahaan 'kan karyawan / karyawati ? Yang memajukan perusahaan tentunya karyawan / karyawati !"

*****

     Itulah kenyataan yang masih saja terjadi di (beberapa) perusahaan : dengan pandangan yang sempit melihat bahwa yang memajukan perusahaan adalah karyawan / karyawatinya. Padahal, pasangan hidup sangat besar pengaruhnya dalam memotivasi karyawan / karyawati untuk bekerja dengan baik (atau tidak baik),, bahkan untuk meniti karir di perusahaan itu (atau pindah ke perusahaan lain).

*****

"Saya punya kisah nyata," kata saya. "Ada seorang karyawan bagian penjualan yang bekerja dengan baik sehingga mendapatkan promosi jabatan menjadi supervisor."

Saya berhenti sejenak, memperhatikan teman saya. Dia menyimak cerita saya.

"Sebagai supervisor, dia harus lebih banyak kerja lembur,"saya menjelaskan. "Di sini masalah muncul, karena istrinya takut sendirian di rumah ketika malam hari !"

"Ah, masa' begitu ?"tanya teman saya dengan nada tidak percaya.

"Kenyataannya begitu," kata saya. "Supervisor baru itu lambat tapi pasti mulai jarang lembur. Produktivitasnya jadi menurun. Anak buahnya minta pindah ke supervisor lain, karena supervisor lain mendampingi anak buah ketila lembur."

"Lalu, apa yang terjadi ?"tanya teman saya.

"Supervisor yang istrinya takut ditinggal lembur itu kembali menjadi staf penjualan lagi, dan akhirnya malah mengundurkan diri," jawab saya.

*****

     Apa yang bisa ditarik dari cerita di atas adalah : manajemen jangan berpandangan sempit dengan memfokuskan perhatian pada karyawan / karyawati saja, dan melupakan bagaimana kesiapan istri / suaminya.

"Apa kisah nyata seperti itu banyak terjadi ?"tanya teman saya.

"Ya," jawab saya. "Karyawan / karyawati yang baik akan menjadi tidak baik ketika istri / suaminya tidak lagi memberi dukungan untuk bekerja dengan baik. Cepat atau lambat, karyawan / karyawati yang tidak mendapat dukungan dari pasangan hidupnya, menjadi tidak produktif, dan bahkan akhirnya mengundurkan diri. Itulah sebabnya, manajemen harus mengukur dan memperhatikan dukungan istri / suami karyawan / karyawati."

----- oOo -----


Penulis: 
Constantinus



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources.
 Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan 
Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi