Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Hubungan Industrial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Hubungan Industrial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Laporkan Keluhan Anda Pada Tempatnya

 (Masih) Sekilas BPJS Kesehatan

Diperuntukan untuk semua kalangan, apabila Anda memiliki keluhan atas pelayanan mengenai BPJS Kesehatan. Silahkan berkeluh kesah pada tempatnya, seperti inilah poin penting yang lebih sederhana untuk pelaporan :

1. Petugas BPJS Center di setiap Rumah Sakit yang bekerjasama berperan sebagai pusat pelayanan administrasi dan pengaduan peserta BPJS Kesehatan.
2. Pusat layanan Online 24 Jam melalui 1500400 dan Hotline service KCU Semarang di 08156579791
3. Semua Faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan memberikan pelayanan sesuai ketentuan berlaku
4. Penggunaan Formulir Keluhan BPJS Kesehatan agar dapat ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan
5. Data keluhan disampaikan secara detail, antara lain waktu kejadian, petugas faskes, tempatkejadian, dan permasalahan yang terjadi.

Semoga bermanfaat untuk semua.
-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P

Alumni FISIP Universitas Diponegoro 

Anggota APIO Semarang

Jumat, 24 April 2015

Love Ur Job


Mencintai pekerjaan adalah menciantai apa yang kita kerjakan. Asalkan sesuai dengan hati, kita akan tahu ketika kita menekannya.

- Kerja Otak Perlu Inspirasi -

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda

Serba-Serbi "Hubungan Industrial"
-----oOo-----

Penulis : 

Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 

Anggota APIO

Jumat, 17 April 2015

Penyimpanan Data Softcopy maupun Hardcopy?? Itu perlu !!

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini. Banyak macam cara untuk melakukan penyimpanan data yang kita inginkan dan perlukan. Berawan dari penyimpanan, pemindahan, hingga pembagian/sharing. Semua hal tersebut dapat dilakukan hanya dalam satu sistem.Inilah salah satu cara praktis dalam sistem penyimpanan database.

http://www.jofwidata.com/images/database-design-development.jpg 
Penyimpanan, pemindahan, hingga pembagian / sharing dengan sistem satu pintu


Keseluruhan data dapat dikelola melalui satu sumber dan terpusat. Hal ini untuk memudahkan sistem sharing data dan menghindari duplikasi data yang tidak diinginkan (berlaku untuk data privat).
Sedangkan, untuk menghindari kehilangan data dari pusat, maka harus melakukan back up data secara berkala. Satu hal lagi yang perlu, walaupun dikatakan konvensional tetapi ini masih diperlukan sampai jaman kapan pun itu. Yaitu, dengan cara manual dalam bentuk hardcopy atau catatan. Bentuk seperti ini perlu diterapkan di dalam organisasi kecil hingga besar sekalipun.

 
 Pencarian data melalui softcopy dan di duplikasi dalam bentuk hardcopy


Obras (Obrolan Santai) bersama Linda

Serba-Serbi "Hubungan Industrial"
-----oOo-----

Penulis : 

Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 

Anggota APIO

Jumat, 10 April 2015

Belajar dari budaya Jepang

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"


Apa yang terlintas jika kita mendengar kata 'orang Jepang'??
Mata sipit, jalan buru-buru, kata temanku. Hehehe,, ko' bisa kata-kata itu ya yang keluar??
Mungkin memang itu yang terlihat kalau kita melihat orang Jepang. Dengan aktivitas dan kondisi kota yang padat saja, mereka melakukan semua hal dengan cepat. Hal ini justru yang membuat Jepang sebagai negara yang hebat, terutama mengenai 'etos kerja' yang patut kita acungi jempol.

Semangat dan pantang menyerah menjadi ciri orang Jepang. Semboyan samurai 'lebih baik mati daripada berkalang malu', dapat memicu kerja dan etos kerja para pekerja. Ada 5 metode budaya kerja yang diadopsi dari Jepang dan bermanfaat jika diterapkan dalam dunia kerja.

1. Seiri / Ringkas 
Perlu melakukan penyortiran barang sesuai kepentingan dan kebutuhan di tempat kerja. Hal ini untuk menghindari disfungsional dari barang-barang kantor yang ada.

2. Seiton / Rapi 
Barang yang telah disesuaikan frekuensi dan fungsinya wajib ditata rapi. Penataan peralatan kantor dapat mempermudah kita dalam penggunaanya.
3. Seiso / Resik 
Kebersihan lingkungan kerja yang kondusif dapat menjadi 'moodbooster ' Anda dalam beraktivitas dalam pekerjaan sehari-hari dan lebih 'sedap' dipandang mata baik diri sendiri maupun rekan kerja.
4. Seiketsu / Rawat
Alat kerja apapun yang sudah ada dan kita punya harus kita rawat. Agar dapat kita gunakan secara kontinuitas dan konsisten. Ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab atas apa yang telah kita miliki.

5. Shitsuke / Rajin
Pentingnya memiliki tingkat kesadaran yang tinggi demi terbentuknya kedisiplinan. Baik disiplin diri maupun dalam bekerja adalah hal yang penting.


small city with big mind
-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 27 Maret 2015

Dunia Kerja Ini 'Panggung Sandiwara'

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"

Dunia  Kerja  Ini  'Panggung  Sandiwara'

Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran yang berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara . .

Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara . . . 

Sepenggal lagu 'Panggung Sandiwara' membuat kita nostalgia sejenak. Ingat, lagu ini bukan lagu 'tua' tapi lagu 'legendaris'.

Kiasan dalam lagu tersebut sarat akan makna. Panggung sandiwara bukan dalam artian isinya cuma 'bohong-bohongan' saja. Tapi, setiap orang mendapat peranan sebagai 'actor' untuk kegiatan kerja mereka dalam tugas yang mereka jalani. Sedangkan, ada yang berperan sebagai 'director' sebagai pengarah kegiatan para 'actor'. Semua peran yang dijalankan sesuai prosedur dan tugas mereka pun bisa berubah sesuai kebutuhan perusahaan. Asalkan kita bisa 'loyal' kepada pekerjaan kita, maka kita harus yakin apa yang kita lakukan adalah 'jembatan' kita untuk menentukan karir kita.


- Think Different -

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 20 Maret 2015

Tips dan Trik Cara Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan versi Badan Usaha

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"




Tips dan Trik Cara Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan versi Badan Usaha

Sudah beberapa kali saya mondar-mandir ke Kantor Cabang Utama Semarang - BPJS Kesehatan. Suasana dari luar sebelum masuk ke parkiran kantor saja sudah penuh dengan orang-orang yang sudah mengantri sebelum pegawai BPJS Kesehatan berdatangan.
Mungkin yang baru pertama kali datang kesana pasti bingung, apa yang harus dilakukan karena melihat antrian dari pagi yang sudah penuh sesak seperti itu.
Saya ingin berbagi sedikit informasi dari pengalaman yang sudah saya alami selama ini.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Pastikan kalian datang lebih awal
 Untuk menghemat waktu, kalian harus datang lebih awal. Lebih awal tidak harus pagi-pagi, yang jelas kita mengetahui jam buka loket antrian.


2. Siapkan berkas dan kelengkapan dokumen pada H-1
Pastikan berkas dan kelengkapan dokumen yang akan diserahkan. Hal ini mengantisipasi agar kita tidak bolak-balik karena kekurangan data yang harusnya bisa kita selesaikan di hari itu juga.

3. Antri sesuai jenis kepesertaan 
Dalam hal ini, ada dua jenis kepesertaan yaitu mandiri dan badan usaha. Mandiri untuk peserta yang tidak terikat perusahaan. Sedangkan, badan usaha adalah bagi mereka yang terdaftar sebagai karyawan atau pekerja. Jangan segan-segan bertanya kepada petugas atau satpam untuk menanyakan letak loket. Jangan sampai kita datang antri lebih awal di loket yang salah.

4. Ambil nomor antrian sesuai kebutuhan
Setelah sampai di loket yang dituju, kemudian ke arah petugas untuk mengambil tiket antrian. Pastikan "misi" apa yang akan dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan. Jangan sampai kita sudah lama mengantri tetapi di loket yang salah. Terdapat beberapa loket antrian, antara lain : Informasi, Registrasi, Kepesertaan, dan Keuangan. Informasi, berkaitan dengan hal yang ingin kita ketahui mengenai pendaftaran badan usaha. Registrasi, berkaitan dengan badan usaha yang belum melakukan pendaftaran untuk mengikuti kepesertaan karyawan. Kepesertaan, berkaitan dengan badan usaha yang sudah melakukan pendaftaran, penambahan, mutasi, dan penonaktifan status kepesertaan. Keuangan, berkaitan dengan tagihan dan pencetakan bukti bayar. 

Keempat langkah di atas, yang secara umum dilakukan. Khusus untuk badan usaha yang telah menggunakan e-dabu telah dimudahkan dengan sistem pendafataran online sehingga bisa kita lakukan pendaftaran tanpa mengumpulkan berkas ke loket. Kita tinggal memantau hasil approval status kepesertaan yang telah kita kirim via e-dabu. Jika di sistem "masih dalam proses", segeralah follow up langsung ke loket. Dengan catatan, kita telah melakukan pembayaran tagihan di bulan tersebut.
Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan semua. Misi kita datang untuk membawa hasil, bukan hanya membuang waktu sia-sia.


- Praktis saja tidak cukup, karena strategis itu perlu -

-----oOo-----



Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO




Jumat, 13 Maret 2015

Pentingnya Sebuah Catatan !!!

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Pentingnya Sebuah "Catatan" !!!

Seberapa kuat ingatan Anda untuk menampung semua kejadian dalam hidup Anda??
Semua hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita masing-masing pasti mempunyai kenangan tersendiri, mulai dari kenangan terindah, kenangan yang tidak begitu terkesan bahkan kenangan pahit sekalipun. Apapun bentuk kenangan tersebut, itu semua tersimpan dalam ingatan Anda. Semua ingatan itu bisa saja menghilang, karena ada terlalu banyak hal yang terjadi dalam hidup kita.
Itu hanya sebagian kecil penggunaan memori kita. Bayangkan saja, bagaimana jika ada hal lain di luar kehidupan pribadi kita. Misalnya, terkait dengan pelajaran dan pekerjaan. Di mulai dari bangku sekolah, apa yang kita hafalkan hingga sekarang pasti bermula dari sebuah "catatan". Hingga dalam pekerjaan pun kita masih menggunakan "catatan" dalam bentuk apapun itu. Mungkin, jika dalam pekerjaan saat ini kita bisa membuat "catatan" tersebut dalam format soft copy atau hard copy. Semua format tersebut memiliki manfaat yang sama. 
"Catatan" bisa dikatakan sebagai hal yang bersifat administratif karena bisa menjadi kumpulan arsip dan dokumentasi. Bisa digunakan untuk ditarik kebelakang ataupun rencana ke depannya. 
Memang terkadang, semua hal itu membosankan tetapi sangat bermanfaat. 

 
  
-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 06 Maret 2015

'Teliti' Sebelum Mem'beli'

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



'Teliti' Sebelum Mem'beli'


Apa yang kalian pikirkan saat kalian sakit? pergi ke dokter atau langsung minum obat? Bisa jadi , salah satu jawabannya. Bahkan bisa dua-duanya. Periksa ke dokter kemudian minum obat juga anjurannya. Kalau langsung membeli obat sendiri pastinya kita sudah tahu jenis obat apa yang mau kita pilih dan minum. Mulai dari merk, khasiat, komposisi, hingga bulan dan tahun produksi bahkan tahun kadaluarsa. Tujuannya untuk kesehatan, mana boleh coba-coba. Harus lebih 'teliti' pasti. 

Sama halnya, pada waktu kita dalam pekerjaan. Kita yang telah terpilih mengisi jabatan dalam perusahaan. Jika kita telah bergabung, kita menjalani kontrak/perjanjian kerja tertulis. Dalam perjanjian pasti tertulis nama perusahaan, peraturan perusahaan, gaji/upah yang diberikan, hingga masa kontrak dimulai sampai masa kontrak berakhir. 

Kesehatan dan pekerjaan sama-sama penting untuk kelangsungan hidup. Berarti, hal detail yang seperti itu perlu kita perhatikan sebelum melakukan tindakan selanjutnya. 



-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 27 Februari 2015

"Selera Humor" dalam Bekerja

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



"Selera Humor" dalam Bekerja


Banyak diantara kita sebagai karyawan yang merasa jenuh baik dalam pekerjaan atau dalam lingkungan kerja. Kalau itu pasti, bagamana tidak?
Lama waktu karyawan bekerja saja minimal 8 jam kerja. Sepertiga dalam satu hari waktu kita tersita untuk beraktivitas di kantor. Berbanding lurus 'kan dengan jam tidur kita. Delapan jam sisanya otak kita seharusnya relaksasi kecuali jam kerja lebih dari 8 jam. Waktu relaksasi waktu kita jadi berkurang kalau begitu.
Jadi kita butuh "relaksasi" juga dalam aktivitas kerja kita sehari-hari. Jangan sampai beban pekerjaan yang kita kerjakan menjadi "boomerang" untuk kestabilan aktivitas bekerja kita. Sehingga, produktivitas bekerja kita menjadi terganggu bahkan hingga menurun.
Salah satu faktornya berasal dari lingkungan kerja kita sendiri. Justru, "humor" dalam lingkungan kerja itu sangat diperlukan untuk proses relaksasi otak kita dalam bekerja.
Bukan dalam artian, tidak serius bekerja tetapi hal ini bisa dijadikan semacam "intermezo" agar "kerja otak" kita menjadi seimbang. Mungkin hanya sekedar ''guyon" ringan dan jangan sampai menyinggung perasaan teman/rekan juga. Maka, dari situ kita juga dapat mengenali rekan kerja kita sehingga memudahkan komunikasi kita apabila kita dituntut bekerja sama atau tergabung dalam satu tim di kemudian hari.


Every time u're able to find some humor in a difficult situation,
YOU WIN


-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 20 Februari 2015

Cadangan Dana Pensiun dan Cadangan Pesangon (Imbalan Kerja)

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"




Cadangan Dana Pensiun dan Cadangan Pesangon (Imbalan Kerja) 

"Mana yang Sukarela?? Mana yang Wajib ??''
Belakangan ini banyak perusahaan yang mulai memikirkan bahkan harus berusaha menyisihkan anggaran cadangan dana pensiun yang memang harus disiapkan. Hal ini berhubungan dengan masa kontrak, masa kerja sebagai karyawan tetap dan hingga masa habis kerja bahkan batas usia pensiun. Status setiap karyawan penting bagi kelangsungan masa kerja mereka untuk ke depannya. Karena setiap karyawan pasti memperhatikan hal itu. Kita perlu memisahkan kedua hal ini, Program Dana Pensiun dan Pesangon. Karena dua hal ini harus dijabarkan sendiri-sendiri. Keduanya, diatur dalam Undang-Undang, tetapi Dana Pensiun lebh bersifat sukarela sedangkan Pesangon lebih bersifat wajib. Dana Pensiun memberikan kesejahteraan kepada karyawan di hari tua dan dikelola secara berkala hingga karyawan tersebut tidak lagi bekerja. Untuk pesangon memang dilakukan secara sekaligus dengan bantuan dana kepada pekerja setelah terjadi PHK sebagai modal menyambung hidup sebelum mendapatkan pekerjaan baru.
Paling tidak, kita jangan sampai salah mengartikan kata "pesangon". Siapa dulu yang akan diberikan hak "pesangon" tersebut.


-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 13 Februari 2015

Malu sama Semut ..

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Malu sama Semut .. 


Memang binatang yang satu ini patut diacungi jempol. Walaupun kecil tapi perjuangannya sangat luar biasa. Binatang sekecil itu ‘berkelahi dengan waktu’. 'Mereka' tidak akan tahu selama apa 'mereka' bisa bertahan hidup. Banyak hal yang bisa kita contoh dari binatang ini. Semut yang tidak punya hati nurani saja bisa memperjuangkan teman-teman 'mereka' demi tujuan yang sama walaupun terkadang hingga mengorbankan salah satu dari 'mereka' yang telah sama-sama berjuang. Selain itu, diantara 'mereka' justru tidak ada yang saling menyakiti.

Perjuangan semut yang seperti inilah yang patut kita contoh. Dalam kondisi apapun, mereka tetap menjaga satu sama lain. Terkadang perilaku manusia 'kalah' dengan semut. "Malu dong sama semut", kalau begitu.

Dalam dunia kerja sering kita menemui fenomena seperti ini. Goyahnya 'Integritas dan Teamwork' dalam bekerja. 
Walaupun hanya binatang 'kecil'. Kita patut mencontoh 'mereka'. Bahkan harus lebih, karena masalah kerjasama tim dalam bekerja justru lebih komplek dari 'mereka'.


- Ants is a Good Team -

-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Kamis, 05 Februari 2015

Pentingnya Peran Karyawan ...

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Pentingnya Peran Karyawan ... 

Kenapa karyawan memiliki peran penting??
Ya, karena karyawan sebagai aset penting dalam perusahaan. Walaupun, karyawan bukan sebagai "pengambil keputusan''. Tetap saja, karyawan menduduki kuantitas paling dominan. Bisa dibilang para karyawan tersebut yang "bergerak" dan pengusaha sebagai "poros''nya. 
Nah, justru disini biasa terkesan ada "jurang pemisah'' antara karyawan dengan pengusaha. Dalam hal ini yang perlu dilihat adalah "umpan balik'' dari masing-masing pihak. Kelangsungan perusahaan demi perkembangan dan kemajuan perusahaan, dimana hal itu juga yang diharapkan karyawan. Selain itu, "umpan balik''nya adalah pemenuhan hak dan kewajiban yang seimbang diantara keduanya.
Secara kewajiban, karyawan melakukan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab. Setiap bulan menerima upah, secara haknya. Demi kelangsungan perusahaan dan karyawan ada fasilitas atau jaminan yang diberikan pengusaha kepada karyawan. Entah itu,  dalam bentuk kesehatan, keamanan kerja hingga keselamatan kerja.
Apabila kedua tidak seimbang perlu adanya hubungan yang baik melalui komunikasi. Di sinilah, hubungan industrial berpengaruh sebagai sarana mediasi antara kedua belah pihak agar tercipta komunikasi ''bebas hambatan'' antara pengusaha dan karyawan.

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Kamis, 29 Januari 2015

Fasilitas penting bagi karyawan??Yang menarik atau yang bermanfaat??

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Fasilitas penting bagi karyawan??Yang menarik atau yang bermanfaat??

Apa sih yang dicari bagi karyawan dalam dunia kerja. Gaji atau upah? Kalau itu 'mah pasti. Itu 'kan imbalan buat karyawan untuk apa yang menjadi kewajibannya di perusahaan dan gaji sebagai hak yang harus diterima oleh semua karyawan. Semua demi kelangsungan dan kemajuan hidup perusahaan.
Selain itu, yang penting dari semua fasilitas bagi karyawan yang diterima adalah Jaminan Kesehatan (dalam bentuk apapun itu). Bisa melalui asuransi maupun reimburse. Fasilitas kantor lain seperti rencana pensiun seperti rencana pensiun, diskon karyawan, atau fasilitas lainnya memang menarik. Tapi semua fasilitas itu jadi tidak berarti kalau tidak dilengkapi dengan jaminan kesehatan.
Sebuah perusahaan dipandang perlu untuk memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan karena tentu saja demi produktivitas karyawan dan kelangsungan perusahaan. Logikanya, karyawan sakit yang tidak mendapat jaminan kesehatan yang memadai bisa bertambah sakit. Akibatnya, dia akan semakin lama absen dan tidak bisa bekerja. 
Produktivitas karyawan menjadi terganggu dan pada akhirnya mengganggu jalannya perusahaan. Selain itu, jaminan kesehatan yang baik jelas menarik SDM yang bermutu untuk bergabung dengan perusahaan. Pada akhirnya, semua berujung pada keberlangsungan perusahaan.


- Health is Irreplaceable -
-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P



Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Jumat, 23 Januari 2015

Sepenggal Cerita tentang Perjanjian Kerja

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Sepenggal Cerita tentang Perjanjian Kerja

Sepulang kerja, aku mampir ke tempat paman sekalian ada janji dengan si Ucup sepupuku. Sudah sampai di rumah paman, saya sempat menunggu sambil ngobrol-ngobrol dulu dengan pamanku karena si Ucup belum pulang kerja. Sesaat kemudian, Ucup datang dengan setelan kemeja dan celana bahan yang masih rapi. 

Waah yang sekarang udah jadi orang kantoran, kataku.

Iya ni 'kak, masih semangat-semangatnya pengalaman kerja pertama di hari pertama juga, jawab Ucup.

Gimana hari pertama di kantor baru 'cup? tanyaku.

Tadi perkenalan ke seluruh karyawan, company profile, dan tentang job descku yang sekarang. Menyenangkan 'ko hari pertama di kantor 'kak. Tadi Ucup tanda tangan surat perjanjian yang di maksud kakak tempo hari. Namanya apa ya tadi?

PKWT maksudnya? Perjanjian Kerja Waktu Tertentu 'kan.

Iya benar. Itu bisa dibilang masa percobaan bukan? tanya Ucup.

Beda lagi kalau itu, kalau masa percobaan yang disampaikan secara lisan itu yang dimaksud PKWTT (Perjanjian Kontrak Kerja Tidak Tertentu). Kalau di PKWT tidak ada istilah "masa percobaan".

-to be continued-

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Kamis, 15 Januari 2015

"Hitam Di Atas Putih"

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



"Hitam Di Atas Putih"

Lagi asyik kumpul keluarga di teras bareng keluarga, tiba-tiba hujan gerimis. Ya udah, tambah betah ngobrol-ngobrolnya deh. Si Ucup, anak dari pamanku lanjut cerita katanya dia habis interview di sebuah perusahaan. Pengalaman pertama juga buat dia karena baru lulus kuliah.

Ucup tanya, "Kira-kira aku lolos seleksi ini ga ya??

Ya, kalau sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan mudah-mudahan diterima dan yakin dalam doa.

Sebenarnya ucup deg-degan, karena sudah masuk tahap seleksi terakhir dan lagi nunggu kabar baik dari perusahaan yang dia lamar.

Terus aku balik tanya ke Ucup, "Berarti kamu sudah tahu perjanjian kerjanya 'kan?

Udah.. tapi hanya secara lisan, kata Ucup.

Loh, ko bisa cuma lisan? Harusnya ada "hitam di atas putih" dong cup, namanya juga perjanjian. Kalau ucapan hanya sekedar janji nanti cup. Sudah terucap saja bisa lupa 'kan. 'Ntar yang ada malah "Jia Ling" lho cup..

Apa itu "Jia Ling"?, tanya si Ucup.

Janji-janji tapi ora eling, cup. Hehehe... 'Kan tidak ada bukti tertulisnya. 

-to be continued-

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO