Tampilkan postingan dengan label Margareta Novita Sari Dewi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Margareta Novita Sari Dewi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

HAPPY BIRTHDAY MBAK TELLER






 
Sore setelah selesai aktivitas di kantor kemarin dan tepat hari itu 29 Oktober ada yang sedang berulang tahun yaitu mbak Teller Kantor Pusat BPR Arta Yogyakarta mbak Octavia Nurhayati. Harapan kami semoga umur ke 25 mbak Octa semakin dewasa, umur panjang, sehat, lancar rejekinya, dan cepat married. Amin

Journalis Website Contact Margareta Novita Sari Dewi
PT.BPR Arta Yogyakarta

Rabu, 28 Oktober 2015

Makna Sumpah Pemuda oleh Listyono Nurhadi, SH





 

Gambar:  Bp. Listyono Nurhadi, SH
 (Foto dokumentasi pribadi - Sdri. Margareta Novita Sari Dewi)
 


 “Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada dekade saat ini dimana para brirokat sibuk dengan urusannya sendiri untuk melanggengkan kekuasaanya dan melupakan fungsi sebagai pelayan masyarakat. Maka kita sebagai insan pribadi yang harus terus berupaya untuk mencari nafkah bagi kelangsungan kehidupan  kehidupan pribadi dan rumah tangga. Serta memajukan pendidikan generasi penerus maka dengan memperingati hari Sumpah Pemuda ini yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober maka memaknai ini dalam situasi yang seperti di atas saya paparkan maka perlu kita tanamkan dalam hati dan pikiran kita serta dalam setiap langkah kerja upaya kita yaitu untuk membangun jiwa kemandirian berwirausaha produktif artinya supaya tidak bergantung pada pihak-pihak lain yaitu dengan mampu berdiri di atas  kaki kita sendiri dengan  penuh semangat dan daya juang yang tinggi agar bisa memperkokoh derajat kehidupan yang lebih baik. Demikianlah paparan makna dan arti Sumpah Pemuda di tahun ini”.






Journalis Website Contact PT. BPR Arta Yogyakarta
PT.BPR Arta Yogyakarta

Selasa, 27 Oktober 2015

Ada Abdi Dalem CILIK di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat





 
Gambar: Journalis Website Contact  PT. BPR Arta Yogyakarta - Sdri. Margareta Novita Sari Dewi sedang Berpose Bersama Abdi Dalem Cilik Dek  Rizky Kuncoro Manik
 (Foto dokumentasi pribadi - Sdri. Margareta Novita Sari Dewi)






Berbicara tentang abdi dalem. Yang kita tahu adalah seorang bapak-bapak yang sudah sepuh. Berbeda dengan abdi dalem yang ada di Kraton Yogyakarta ini.  Dialah Rizky Kuncoro Manik, bocah kecil satu-satunya abdi dalem termuda warga Janturan UH 4/ 493 F, RT 18, RW 04, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta yang memiliki keinginan menjadi seorang Abdi dalem  Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Hari Minggu, 25 Oktober 2015 tepat jam 12 siang saya sampai ke Kraton dan tidak sengaja saya bertemu dengan Rizky di Bangsal Sri Manganti.  Di tengah kerumunan orang banyak, saya bangga mendapat kesempatan berfoto dan berdialog dengan dek Rizky walaupun hanya sebentar. Dengan dibantu sang kakek Suyatiman. 

Kelas pinten dek Rizky,”kelas setunggal” , jawabnya dengan muka malu-malu. 

“Sejak umur 15 bulan Rizky sudah ikut saya Kraton mbak, dia sekarang sudah kelas 1 setiap pulang sekolah saya ajak kesini”, ujar kakek Suyatiman. 

“Sebenarnya mau diangkat jadi abdi dalem oleh Ngerso Dalem karena Ngerso Dalem sedo jadi belum jadi di angkat menjadi abdi dalem” ujar kakek Suyatiman ketika saya tanya apakah sudah dilantik menjadi abdi dalem. 

“Kalau ada acara Kraton saya ajak menginap” kata sang kakek.  Dengan wajah yang merasa percaya atau tidak percaya saat saya bertemu dengan bocah cilik itu saya merasa bahwa hidup dek Rizky luar biasa. Hidup sepenuhnya untuk pengabdian di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Journalis Website Contact Margareta Novita Sari Dewi
PT. BPR Arta Yogyakarta

Senin, 26 Oktober 2015

PAWAI BUDAYA SUMPAH PEMUDA




Cuaca panas di siang bolong kemarin ditengah perjalanan saya saat menuju ke penjahit langgananku, tidak sengaja bertemu dengan rombongan pawai di daerah Banyumeneng Gamping. Tidak sempet wawancara dengan pengurus acara tersebut yang saya tahu hanya dari penjahit langganan saya yang juga menonton pawai tersebut. Katanya, “ Acarane dalam rangka Sumpah Pemuda mbak”, sahut ibu Bekti sambil menggendong anak keduanya. 




Yang saya kagumi adalah pawai tersebut bahwa di jaman sekarang yang sudah modern warga masyarakat di Banyumeneng memaknai Sumpah Pemuda dengan budaya lokalnya misalnya adanya Gunungan yang berisi sayuran, buah dan hasil panen, kemudian ogoh-ogoh yang di arak dan kesenian tradisonal lainnya. Sesaat melongo ketika mereka lewat di depan mata saya. Salut dan kagum. Luar biasa. 

Journalis Website Contact Margareta Novita Sari Dewi
PT. BPR Arta Yogyakarta


Rabu, 21 Oktober 2015

CUACA EKSTRIM




Beberapa minggu ini kebanyakan orang sedang mengeluh dengan cuaca yang ekstrim.  Ekstrim dengan panasnya kota Yogyakarta. Tidak malam tidak siang cuacanya panas sekali.  AC kantor pun ketika ada nasabah banyak sampai tidak kerasa dinginya. Ketika membuka pintu kantor kemudian keluar ruangan pun berasa anginnya angin panas. Apa itu penyebabnya,  menurut data dari BMKG Yogyakarta, suhu panas akhir-akhir ini di DIY mencapai 35 derajat celcius. Penyebabnya yakni posisi matahari berada di atas pulau Jawa. Kondisi ini akan berakhir seiring dengan posisi matahari yang akan menjauhi pulau Jawa ke bagian selatan lain.
Ahli Cuaca dan Iklim UGM, Dr Emilya Nurjani menjelaskan, suhu panas di DIY pada beberapa waktu terakhir merupakan hal yang wajar terjadi. Menengok data, biasanya suhu di bulan Oktober memang lebih tinggi dibanding bulan lainnya. “Ini normal kok, biasanya di bulan Oktober suhunya lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dibanding tahun lalu, ada yang mencapai 36 derajat celcius di wilayah tertentu,” ungkap Emilya, panggilan akrabnya kepada Tribun Jogja, Minggu (18/10/2015) (http://www.jogja.co/ini-penyebab-suhu-panas-di-jogja-akhir-akhir-ini/). Wah,  jadi itu penyebabnya kenapa akhir- akhir ini cuaca kota Jogja panas. Tidak hanya di Jogja tapi seluruh pulau Jawa mungkin ya. Bagaimanapun cuaca Jogja dan sekitarnya yang penting semoga tetap aman-aman saja dengan keadaan alam. 


Margareta Novita Sari Dewi
Journalis Website Contact PT BPR Arta Yogyakarta