Tampilkan postingan dengan label warta hr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warta hr. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

APA ITU TEMU KARYAWAN - CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi 20 Desember 2017



Apa itu Temu Karyawan?


Temu Karyawan adalah kegiatan edukasi massal bagi seluruh sumberdaya manusia di group perusahaan ini.  Jadi, penekanan dari Temu Karyawan adalah edukasi.  Artinya, membuat sumberdaya manusia semakin hafal dan paham tentang visi, misi, dan budaya perusahaan.




Apakah sejak dulu Temu Karyawan sudah berupa kegiatan edukasi massal?


Tidak! Dulu namanya adalah Pesta Karyawan.  Kegiatan ini diisi dengan pertandingan keakraban sumberdaya manusia antar divisi.  Tetapi zaman berubah dan tantangan bisnis menjadi semakin kompleks.  Maka sejak tahun 2004, digunakan nama Temu Karyawan yang lebih tepat dengan isi yang ditekankan yaitu edukasi massal bagi sumber daya manusia. Ada temu karyawan dengan edisi Balanced Scorecard.  Ada temu karyawan dengan edisi Sosialisasi Group perusahaan ini.  Kali ini, Temu Karyawan edisi Kristalisasi Budaya Perusahaan.



Penulis: 
Constantinus




Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah



Senin, 18 Desember 2017

LOMBA CERDAS CERMAT BUDAYA PERUSAHAAN "PANCA KARYA" / "RESTU WAY"

LATAR BELAKANG

Di usia yang ke-27, dan semakin banyaknya sumberdaya manusia yang baru masuk, maka budaya perusahaan harus semakin disosialisasikan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh HR Korporat yang menunjukkan bahwa banyak sumberdaya manusia dari level L-5 sampai dengan L-1 yang ternyata belum hafal maupun paham tentang visi, misi, dan budaya perusahaan, sehingga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari justru menggunakan BUDAYA PERUSAHAAN TEMPAT KERJANYA YANG DULU, yang kalau dibiarkan maka akan terjadi kekaburan visi, misi, dan budaya perusahaan. Kekaburan visi, misi, dan budaya perusahaan yang dibiarkan akan berakibat pada menurunnya ketangguhan perusahaan, sebab masing-masing sumberdaya manusia bertindak sesuai dengan visi, misi, dan budayanya masing-masing, bukan sesuai dengan visi, misi, dan budaya perusahaan.

TUJUAN
Membuat seluruh sumberdaya manusia dari semua level (L-5 sampai L-1) hafal dan faham tentang visi, misi, dan budaya perusahaan.

SASARAN 
Yang ingin dirubah lewat Lomba Cerdas Cermat ini adalah aspek pengetahuan sumberdaya manusia, yaitu HAFAL dan PAHAM.

WAKTU PELAKSANAAN
Saat Temu Karyawan di bulan Februari 2017.

PESERTA
Staf L-4 sebagai wakil dari divisi.  Tim terdiri dari 3 orang pemain utama dan 2 orang pemain cadangan.

PEMBUATAN SOAL
Soal dibuat oleh HR Korporat.

JURI
Juri adalah HR Korporat.

KISI-KISI MATERI LOMBA
Kisi-kisi materi lomba disusun oleh HR Korporat  u/p  Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si., MM, CPHCM, dan akan dibagikan paling lambat akhir Desember 2017.


----- oOo -----



Penulis: 
Constantinus



Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah


Selasa, 12 Desember 2017

HIRARKI 5 ASPEK - CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi 12 Desember 2017

HIRARKI 5 ASPEK
(Lanjutan Edisi 29 Nopember 2017)


Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi, Praktisi Psikologi Industri)
CELOTAH : Tempo hari sudah dijelaskan bahwa ranking pertama yang dinilai perusahaan adalah tujuan hidup, ranking kedua adalah kecerdasan, ranking ketiga adalah kepribadian. Untuk ranking keempat dan kelima, apa ya ?
CELOTEH : Ranking keempat adalah kompetensi. Kompetensi adalah gabungan dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.
CELOTAH : Yang kelima ?
CELOTEH : Ranking kelima adalah pendidikan.
CELOTAH : Wah, ternyata pendidikan itu tidak penting, ya ?
CELOTEH : Tetap penting ! Kalau tidak penting, kan tidak masuk dalam Hirarki 5 Aspek !
CELOTAH : Oh, iya ya.....
----- oOo -----

Penulis: 
Constantinus





Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah

Sabtu, 09 Desember 2017

Menyejahterakan Keluarga



"Menyejahterakan Keluarga"

Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi, Praktisi Psikologi Industri)

*****


"Buat apa kamu bekerja ?" tanya Slontrot kepada saya. Saya heran, Slontrot mengajukan pertanyaan yang filosofis seperti ini.

"Untuk menyejahterakan keluarga," jawab saya.

"Lho, bukan untuk memajukan perusahaan ?" tanya Slontrot.

"Bukan. Memajukan perusahaan hanyalah cara yang saya pilih untuk menyejahterakan keluarga," jawab saya.

"Memangnya ada cara lain untuk menyejahterakan keluarga ?" tanya Slontrot lagi.

"Ada. Dengan menggerogoti perusahaan. Tapi saya tidak mau cara ini. Sebab, kesejahteraan buat keluarga dengan cara ini tidak langgeng," kata saya.


*****

Di tahun 2004 sampai 2005, saya bertemu orang yang menyejahterakan keluarganya dengan cara menggerogoti perusahaan di mana dia bekerja. Dengan berbagai cara, orang ini selalu membuat celah supaya dapat mengambil keuntungan pribadi. Tidak heran, perusahaan di mana dia bekerja akhirnya bangkrut.

Menariknya, orang ini kemudian membuat usaha sendiri. Dan tidak mengherankan juga, usaha yang dirintisnya itu bangkrut juga.

"Apa penyebabnya ?" tanya Slontrot.

"Dia tidak punya pengalaman membesarkan perusahaan. Selama bekerja di perusahaan milik orang lain, dia memupuk kompetensi menggerogoti perusahaan itu. Dia tidak punya kompetensi membesarkan perusahaan. Maka, perusahaan yang dirintisnya bangkrut," jawab saya.

Apa yang bisa dipelajari dari pengalaman nyata di atas adalah bekerjalah dengan penuh tanggung jawab untuk menyejahterakan keluarga, meskipun perusahaan itu adalah milik orang lain. Orang yang bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk membesarkan perusahaan sebenarnya memupuk kompetensi pribadi.

----- oOo -----


Penulis: 
Constantinus



Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah



Selasa, 05 Desember 2017

Jangan Memakai Trainer Abal-Abal - CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi :05 Desember 2017




CELOTAH & CELOTEH

(Bacaan Santai dan Berisi)

Edisi : Selasa, 05 Desember 2017


"JANGAN MEMAKAI TRAINER ABAL-ABAL"


Bagaimana Tips membedakan trainer abal-abal dengan trainer asli?
Trainer Abal-abal:
  • Tidak dengan inisiatif sendiri menjelaskan darimana dia mendapatkan ilmu untuk memberikan training
  •  Hanya menonjolkan nama-nama perusahaan yang pernah memakai dia sebagai trainer
  •  Tidak dengan inisiatif sendiri menjelaskan bagaimana caradia melakukan evaluasi tentang behassil tidaknya training yang diberikan
  • Memandang semua manusia dapat di traininng dengan materi dan metode yang  sama
  •  Memandang semua masalah dapat diselesaikan dengan  trainingnya 
  •  Tidak pernah mengatakan tentang hal apa saja yang tidak bisa ditanganinya
Traininng Asli:
  •  Kebalikan dari haal diatas
Apa bahayanya menggunakan jasa traine abal-abal?
  • menjadi sombong : kesuksesan didapat kaena menggunakan jasa trainer tertentu, bukan karena kemurahan Tuhan YME
  • Buang-buang uang, karena training yang tidak jelas evaluasi sukses tidaknya
  • Merusak kondisi psikologi sumberdaya manusia karena materi dan metode yang tidak terukut dosisnya 


----- oOo -----

Penulis: 
Constantinus


CELOTAH & CELOTEH adalah serba-serbi manajemen SDM dalam obrolan ringan 
yang ditulis oleh Constantinus, seorang ilmuwan psikologi & praktisi HR

Rabu, 29 November 2017

SERBA-SERBI IQ dan Hirarki 5 Aspek - CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi : Rabu, 29 November 2017

CELOTAH & CELOTEH
(Bacaan Santai dan Berisi)

Edisi : Rabu, 29 November 2017
"IQ dan Hirarki 5 Aspek" 



CELOTAH : Katanya, IQ itu tidak menjamin kesuksesan di tempat kerja, ya ?

CELOTEH : Hmmm..... Terus, maksud kamu apa ?

CELOTAH : Maksudku, saya tidak perlu peduli IQ saya berapa....

CELOTEH : Nah, di situ kamu salah !

CELOTAH : Lho ? Kok salah ?

CELOTEH : Begini.... Memang IQ saja tidak menjamin kesuksesan di tempat kerja. Saya ulangi, ya.... IQ saja tidak menjamin kesuksesan di tempat kerja. Bukan IQ tidak menjamin kesuksesan di tempat kerja ! Tapi memang bukan IQ saja yang menyebabkan kesuksesan di tempat kerja. Ada faktor lain yang menentukan kesuksesan di tempat kerja....

CELOTAH : Apa itu ?

CELOTEH : Pertama-tama ada kecocokan antara tujuan hidup karyawan dengan visi dan misi perusahaan. 

CELOTAH : O.... Itu lebih penting dibandingkan kecerdasan, ya ?

CELOTEH : Ya. Ranking kedua adalah kecerdasan.

CELOTAH : Ranking ketiga ?

CELOTEH : Ranking ketiga adalah kepribadian, termasuk di sini gaya hidup karyawan, apakah sejalan dengan budaya perusahaan. Budaya perusahaan di sini 'kan jujur, bertanggung jawab, komunikatif, cerdas, dan tulus ikhlas.

(Bersambung)
----- oOo -----
Penulis: 
Constantinus


CELOTAH&CELOTEH adalah serba-serbimanajemen SDM dalam obrolan ringan 
yang ditulis oleh Constantinus, seorang ilmuwan psikologi & praktisi HR