Selasa, 10 Februari 2015

Tips dan Trik Cara Pengajuan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Ala Kang Franes

Pojok CS-KS
Cerita Santai, Karir, dan Seleksi " bersama Kang Franes




Salam, Sahabat Warta...
Pagi tadi saya beserta keluarga karyawan (ahli waris karyawan kami), berangkat ke BPJS Ketenaga kerjaan di Jl Pemuda - Semarang  untuk mengambil Uang JHT dan Santunan Kematian dari BPJS KetNaKer.  Kami berangkat pagi, sekitar pukul. 08.00 wib.

Sesampainya disana saya menuju Drop Box untuk memasukan berkas kelengkapan untuk mengambil santunan kematian, selanjutnya kami menunggu kurang lebih 1 jam.  kemudian kami dipanggil untuk klarifikasi berkas copy dengan berkas asli. selanjutnya kami mengambil antrian dengan nomor 66 (saya suka angka kembar terlebih jika dijumlah menjadi angka 3 - karena saya merasa angka 3 itu keberuntungan... heheheh...).

Setelah menunggu beberap lama, akhirnya kami bisa mengambil santunan berkala dengan lancar...
saya melihat ada beberapa antrian yang terpaksa pulang karena mereka berkasnya tidak lengkap atau salah persepsi tentang pengambilan santunan kematian... (santunan kematian bisa diambil dengan jarak 1 bulan setelah pelaporan).

Melihat, masih adanya peserta BPJS atau Pengurus Perusahaan yang belum faham tatacara pengajuan Klaim Tunjangan kematian, dibawah ini saya sajikan Tips dan Trik cara pengajuan Jaminan Kematian ke BPJS Ketenagakerjaan dijamin 100% cair satu hari kerja, sebagai berikut:

TIPS & TRIK -  PERTAMA
"Selalu perhatikan keadaan karyawan"
Pastikan semua karyawan sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, terutama mereka yang resiko kerjanya tinggi baik dari beban kerja maupun dari segi usia kerja.


TIPS & TRIK -  KEDUA
"Sosialisasikan syarat pengajuan klaim JHT & santunan kematian dengan jelas"
Jika terjadi musibah kematian salah satu karyawan anda, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memberi informasi kepada keluarga karyawan tentang syarat pengajuan Klaim Santunan Kematian, yaitu sebagai berikut:
  1. Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Asli + Copy 1 lembar)
  2. Mengisi Form Pengambilan JHT & Santunan kematian yang di isi ahli waris dan di tandatangani perusahaan + di stemple perusahaan
  3. Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan ( Asli + Copy dilegalisir kelurahan 1 lembar)
  4. Surat keterangan ahli waris dari Kecamatan ( Asli + Copy dilegalisir kelurahan 1 lembar)
  5. Salinan/Copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga Tenaga Kerja bersangkutan yang masih berlaku (1 lembar)
  6. Identitas ahli waris  berupa KTP/SIM dan Kartu Keluarga (Asli + Copy 1 lembar)
  7. Copy Buku tabungan ahli waris (1 lembar)

TIPS & TRIK -  KETIGA
"Selalu berkoordinasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan"
Segera melakukan koordinasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan supaya secara sistem bisa langsung dikeluarkan.  sehingga pihak keluarga almarhum  akan segera menerima manfaat santunan tersebut (tidk berlarut-larut).
Misalkan, almarhum meninggal pada 20 Desember 2014 maka HR bagian kepengurusan BPJS supaya  langsung koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan mengirimkan surat pemberitahuan  tentang berita kematian tersebut paling lambat 1 minggu (supaya lebih praktis bisa kirim by email).   Dengan catatan premi Bulan Desember 2014 harus tetap dibayarkan, dan kita meminta di keluarkan per Januari 2015.  Sehingga pada Februari 2015 awal sudah dapat diambil dengan lancar.


TIPS & TRIK -  KEEMPAT
"H-1 pastikan semua hal sudah beres dan siap"
Cek kelengkapan berkas yang disiapkan oleh keluarga almarhum, dan juga lakukan koordinasi ulang Ke pihak BPJS Ketenagakerjaan, satu hari sebelum mengambil JHT & Uang Santunan Kematian tersebut untuk memastikan semuanya sudah siap di BPJS (jangan ujug-ujug datang ke BPJS Ketenagakerjaan tanpa koordinasi dulu... itu hanya akan membuat anda merasa dipermainkan karena syarat dan informasi belum lengkap... :)  :)


TIPS & TRIK -  KELIMA
"Budayakan datang lebih pagi"
Datang ke BPJS Ketenagakerjaan, lebih pagi.... jika perlu Kondisikan Anda & Keluarga almarhum sampai di kantor BPJS Ketenagakerjaan Pukul. 07.45.  Sehingga tidak mengantri terlalu lama... karena ingat... peserta BPJS bukan hanya anda saja.... :)   :)


Demikian pengalaman dari saya... semoga dapat bermanfaat untuk mereka yang mengurusi BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan.....


"Lakukan Semua Pekerjaan dengan Niat Beribadah Kepada Tuhan"




-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).



Special Tanks to:
Ibu Ika & Ibu Umi
CRO BPJS Ketenagakerjaan 
Kota  Semarang











Selamat Ulang Tahun Untuk Bapak Subandi Direktur Utama PT BPR Restu Klaten Makmur





10 Februari 2015
Selamat Ulang Tahun untuk:
Bp. Subandi, A.Md
Direktur Utama PT. BPR Restu Klaten Makmur


''Semoga dengan bertambahnya usia menjadikan beliau insan yang mulia, 
semakin disayang Tuhan  dan menyayangi Tuhan, 
semakin umurnya berkah, pahalanya bertambah, 
dan  segala urusan dipermudahkan Tuhan''

Senin, 09 Februari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 09 Februari 2015

GADO-GADO
Bersama Pak Tinus
(Anggota Himpunan Psikologi Indonesia & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi)





Keterangan Foto :

Minat dan bakat itu seperti ombak di pantai. Dia terus-menerus
bergelora tanpa batas waktu dan tidak mengenal lelah atau bosan.
(Foto ombak di Pantai Marina Semarang oleh Ir. Constantinus)




Minat dan bakat. Dua kata ini seolah tidak terpisahkan, meskipun minat tidak sama persis dengan bakat. Secara sederhana, bakat itu "lebih mendalam" daripada "sekedar" minat, dan bakat itu berarti "terlihat menonjol dibandingkan "orang lain pada umumnya".

"Apa itu berpengaruh pada seseorang ketika dia bekerja, Pak ?" tanya Slontrot kepada saya.

"Tentu saja," jawab saya. "Minat dan bakat itu sangat menentukan kesuksesan seseorang ketika dia bekerja".

"Kok bisa ?"

"Iya. Karena orang yang minat dan bakatnya memang cocok dengan pekerjaannya, lebih tahan menghadapi tekanan pekerjaan, lebih besar peluangnya untuk sukses".

"Beda dengan orang yang bekerja karena terpaksa, ya ?"

"Tentu," kata saya. 

Nah, bagi Anda, para pembaca yang budiman, apakah minat dan bakat Anda memang sudah sesuai dengan pekerjaan Anda ? 


-----oOo-----



Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi 

Jumat, 06 Februari 2015

Knowing Closely . . . .

Knowing Closely . . . .



The Happy Family of Mrs. ACKC Shinta Maharani, S.Pi
(The Corporate Finance Manager of Santosa Group)
(Manajer Keuangan Korporat Santosa Group)






Left to Right:
Mrs. ACKC Shinta Maharani, S.Pi
Mr. Bagus Sanjaya Surya Kusuma



Posted by:
Ayu Sendilla Kartika, S. Hum

Alumni of Diponegoro University

Kamis, 05 Februari 2015

Pentingnya Peran Karyawan ...

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Pentingnya Peran Karyawan ... 

Kenapa karyawan memiliki peran penting??
Ya, karena karyawan sebagai aset penting dalam perusahaan. Walaupun, karyawan bukan sebagai "pengambil keputusan''. Tetap saja, karyawan menduduki kuantitas paling dominan. Bisa dibilang para karyawan tersebut yang "bergerak" dan pengusaha sebagai "poros''nya. 
Nah, justru disini biasa terkesan ada "jurang pemisah'' antara karyawan dengan pengusaha. Dalam hal ini yang perlu dilihat adalah "umpan balik'' dari masing-masing pihak. Kelangsungan perusahaan demi perkembangan dan kemajuan perusahaan, dimana hal itu juga yang diharapkan karyawan. Selain itu, "umpan balik''nya adalah pemenuhan hak dan kewajiban yang seimbang diantara keduanya.
Secara kewajiban, karyawan melakukan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab. Setiap bulan menerima upah, secara haknya. Demi kelangsungan perusahaan dan karyawan ada fasilitas atau jaminan yang diberikan pengusaha kepada karyawan. Entah itu,  dalam bentuk kesehatan, keamanan kerja hingga keselamatan kerja.
Apabila kedua tidak seimbang perlu adanya hubungan yang baik melalui komunikasi. Di sinilah, hubungan industrial berpengaruh sebagai sarana mediasi antara kedua belah pihak agar tercipta komunikasi ''bebas hambatan'' antara pengusaha dan karyawan.

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Pola Hidup Sehat Batasi Konsumsi Kecap


                                                                                                 Sketsa Training  Bersama Mbak Happy


Waktu menunjukkan Pukul 13.35 , biasanya setelah jam makan siang antusias para peserta pelatihan / seminar semakin menurun. Tapi lain halnya dengan seminar kali ini yang diadakan di Training Centre BPR Restu Group , Jl. Majapahit 129B Semarang dengan mengangkat tema “Seminar Sehari Pola Makan Sehat untuk Gaya Hidup Sehat Bersama Pakar dan Praktisi”, Para peserta justru semakin antusias mendengarkan paparan dari dr.Anton. Siapakah dr. Anton itu…??? , baik saya perkenalkan sekilas mengenai dr. Anton..

Peserta seminar semakin antusias mana kala dr. Anton memberikan pertanyaan.
“jadi begini, saya berikan contoh kasus. Suatu hari ada sepasang nenek dan kakek sehabis ambil uang pensiunan, beliau berdua memilih makan siang dengan menu sate kambing. Keesokan harinya tiba-tiba kakek merasakan sebagian tubuhnya tidak bias digerakan (Lumpuh sebagian), dan posisi bibir sudah miring ke kanan.  Kakek memang mempunyai Hipertensi namun Kolesterol , jantung, Gula, Asam Urat semua normal. Lantas Kira- kira sebabnya apa ya…??? , Tanya dr. Anton kepada peserta Seminar”
Sebagian peserta dengan lantang menjawab, “ gara- gara makan kambing dok..”

Dengan tertawa dr. Anton menjawab “jangan suka mengkambing hitamkan kambing” hahahaa..
Suasana seminarpun semakin riuh, karena jawaban peserta masih belum tepat, dan membuat penasaran seluruh peserta seminar.
Dan ternyata dr. Anton menjelaskan bahwa di dalam campuran sate kambing itu ada senyawa yang dinamakan Natrium Benzoat. Itu terdapat pada KECAP…..
Sontak semua Peserta bergeming “O..Oooo…. Oooo…., walah.. ternyata Kecap penyebabnya”.
“Kecap kan dari kedelai, berarti kedelai berbahaya Dok…??, Tanya salah satu peserta seminar.”
“Kedelai itu sangat bagus, namu pembuatan kecap itu ada tambahan bahan kimianya yaitu ditambah Natrium Benzoat yang sangat berbahaya untuk kesehatan, jawab dr.Anton”
Karena waktu menunjukan pukul 14.30 yang mana di Rundown adalah waktu selesainya seminar, maka seminarpun ditutup dengan Doa dan pembagian Sertifikat.

----- oOo -----









Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO




Rabu, 04 Februari 2015

Salah Satu Contoh Hasil Assessment Psikologi dari LPT Soegijapranata Karyawan yang dipromosikan SPV Operasional

“Dunia Psikologi Industri”
Cerita Rasa Nano-Nano kadang Manis, Asin, Pedas bersama Dyas




Salah Satu Contoh Hasil Assessment Psikologi dari LPT Soegijapranata Karyawan  yang dipromosikan SPV Operasional


Lanjutan dari Warta HR tentang Assessment Psikologi  hari  Rabu tanggal 21 Januari 2015.
Di bawah ini disajikan contoh hasil assessment: 






--oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi









Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 

Anggota APIO