Senin, 09 Februari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 09 Februari 2015

GADO-GADO
Bersama Pak Tinus
(Anggota Himpunan Psikologi Indonesia & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi)





Keterangan Foto :

Minat dan bakat itu seperti ombak di pantai. Dia terus-menerus
bergelora tanpa batas waktu dan tidak mengenal lelah atau bosan.
(Foto ombak di Pantai Marina Semarang oleh Ir. Constantinus)




Minat dan bakat. Dua kata ini seolah tidak terpisahkan, meskipun minat tidak sama persis dengan bakat. Secara sederhana, bakat itu "lebih mendalam" daripada "sekedar" minat, dan bakat itu berarti "terlihat menonjol dibandingkan "orang lain pada umumnya".

"Apa itu berpengaruh pada seseorang ketika dia bekerja, Pak ?" tanya Slontrot kepada saya.

"Tentu saja," jawab saya. "Minat dan bakat itu sangat menentukan kesuksesan seseorang ketika dia bekerja".

"Kok bisa ?"

"Iya. Karena orang yang minat dan bakatnya memang cocok dengan pekerjaannya, lebih tahan menghadapi tekanan pekerjaan, lebih besar peluangnya untuk sukses".

"Beda dengan orang yang bekerja karena terpaksa, ya ?"

"Tentu," kata saya. 

Nah, bagi Anda, para pembaca yang budiman, apakah minat dan bakat Anda memang sudah sesuai dengan pekerjaan Anda ? 


-----oOo-----



Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi 

Jumat, 06 Februari 2015

Knowing Closely . . . .

Knowing Closely . . . .



The Happy Family of Mrs. ACKC Shinta Maharani, S.Pi
(The Corporate Finance Manager of Santosa Group)
(Manajer Keuangan Korporat Santosa Group)






Left to Right:
Mrs. ACKC Shinta Maharani, S.Pi
Mr. Bagus Sanjaya Surya Kusuma



Posted by:
Ayu Sendilla Kartika, S. Hum

Alumni of Diponegoro University

Kamis, 05 Februari 2015

Pentingnya Peran Karyawan ...

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Pentingnya Peran Karyawan ... 

Kenapa karyawan memiliki peran penting??
Ya, karena karyawan sebagai aset penting dalam perusahaan. Walaupun, karyawan bukan sebagai "pengambil keputusan''. Tetap saja, karyawan menduduki kuantitas paling dominan. Bisa dibilang para karyawan tersebut yang "bergerak" dan pengusaha sebagai "poros''nya. 
Nah, justru disini biasa terkesan ada "jurang pemisah'' antara karyawan dengan pengusaha. Dalam hal ini yang perlu dilihat adalah "umpan balik'' dari masing-masing pihak. Kelangsungan perusahaan demi perkembangan dan kemajuan perusahaan, dimana hal itu juga yang diharapkan karyawan. Selain itu, "umpan balik''nya adalah pemenuhan hak dan kewajiban yang seimbang diantara keduanya.
Secara kewajiban, karyawan melakukan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab. Setiap bulan menerima upah, secara haknya. Demi kelangsungan perusahaan dan karyawan ada fasilitas atau jaminan yang diberikan pengusaha kepada karyawan. Entah itu,  dalam bentuk kesehatan, keamanan kerja hingga keselamatan kerja.
Apabila kedua tidak seimbang perlu adanya hubungan yang baik melalui komunikasi. Di sinilah, hubungan industrial berpengaruh sebagai sarana mediasi antara kedua belah pihak agar tercipta komunikasi ''bebas hambatan'' antara pengusaha dan karyawan.

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Pola Hidup Sehat Batasi Konsumsi Kecap


                                                                                                 Sketsa Training  Bersama Mbak Happy


Waktu menunjukkan Pukul 13.35 , biasanya setelah jam makan siang antusias para peserta pelatihan / seminar semakin menurun. Tapi lain halnya dengan seminar kali ini yang diadakan di Training Centre BPR Restu Group , Jl. Majapahit 129B Semarang dengan mengangkat tema “Seminar Sehari Pola Makan Sehat untuk Gaya Hidup Sehat Bersama Pakar dan Praktisi”, Para peserta justru semakin antusias mendengarkan paparan dari dr.Anton. Siapakah dr. Anton itu…??? , baik saya perkenalkan sekilas mengenai dr. Anton..

Peserta seminar semakin antusias mana kala dr. Anton memberikan pertanyaan.
“jadi begini, saya berikan contoh kasus. Suatu hari ada sepasang nenek dan kakek sehabis ambil uang pensiunan, beliau berdua memilih makan siang dengan menu sate kambing. Keesokan harinya tiba-tiba kakek merasakan sebagian tubuhnya tidak bias digerakan (Lumpuh sebagian), dan posisi bibir sudah miring ke kanan.  Kakek memang mempunyai Hipertensi namun Kolesterol , jantung, Gula, Asam Urat semua normal. Lantas Kira- kira sebabnya apa ya…??? , Tanya dr. Anton kepada peserta Seminar”
Sebagian peserta dengan lantang menjawab, “ gara- gara makan kambing dok..”

Dengan tertawa dr. Anton menjawab “jangan suka mengkambing hitamkan kambing” hahahaa..
Suasana seminarpun semakin riuh, karena jawaban peserta masih belum tepat, dan membuat penasaran seluruh peserta seminar.
Dan ternyata dr. Anton menjelaskan bahwa di dalam campuran sate kambing itu ada senyawa yang dinamakan Natrium Benzoat. Itu terdapat pada KECAP…..
Sontak semua Peserta bergeming “O..Oooo…. Oooo…., walah.. ternyata Kecap penyebabnya”.
“Kecap kan dari kedelai, berarti kedelai berbahaya Dok…??, Tanya salah satu peserta seminar.”
“Kedelai itu sangat bagus, namu pembuatan kecap itu ada tambahan bahan kimianya yaitu ditambah Natrium Benzoat yang sangat berbahaya untuk kesehatan, jawab dr.Anton”
Karena waktu menunjukan pukul 14.30 yang mana di Rundown adalah waktu selesainya seminar, maka seminarpun ditutup dengan Doa dan pembagian Sertifikat.

----- oOo -----









Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO




Rabu, 04 Februari 2015

Salah Satu Contoh Hasil Assessment Psikologi dari LPT Soegijapranata Karyawan yang dipromosikan SPV Operasional

“Dunia Psikologi Industri”
Cerita Rasa Nano-Nano kadang Manis, Asin, Pedas bersama Dyas




Salah Satu Contoh Hasil Assessment Psikologi dari LPT Soegijapranata Karyawan  yang dipromosikan SPV Operasional


Lanjutan dari Warta HR tentang Assessment Psikologi  hari  Rabu tanggal 21 Januari 2015.
Di bawah ini disajikan contoh hasil assessment: 






--oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi









Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 

Anggota APIO




Selasa, 03 Februari 2015

Pelajaran Apa yang Bisa Diambil dari Film THE MAZE RUNNER

Pojok CS-KS
Cerita Santai, Karir, dan Seleksi " bersama Kang Franes




Sahabat Warta, masih ingat dengan Film The Maze Runner..??
sedikit review terhadap Film The Maze Runner:



"Film ini menceritakan tentang sekelompok anak muda yang berdiam di sebuah "tempat bernama The Glade" di tengah-tengh labirin raksasa  dan mereka berjuang untuk mencari jalan keluar.  Film dimulai dengan terbangunnya  seorang remaja pria bernama Thaomas (Dylan O'Brien) mendapati dirinya telah berada di pusat sebuah labirin berukuran raksasa. Ia tidak tahu penyebab mengapa ia bisa berada disana, hal serupa yang juga dialami oleh anak-anak lainnya yang telah terlebih dahulu menghuni The Glade, seperti Newt (Thomas Sangster Brodie), Gally (Will Poulter), Minho (Ki Hong Lee), yang selama ini berusaha untuk mencari jalan keluar dari blok-blok beton yang dapat melakukan konfigurasi ulang setiap malamnya.

Banyak adegan yang menarik dari film tersebut, namun yang paling saya suka adalah karakter tiap tokoh dalam film tersebut, diantaranya sebagai berikut:

Thaomas, dia merupakan kunci cerita.  Dimana ia adalah orang baru yang memasuki lingkungan baru, namun membawa semua perubahan.  Sifatnya yang selalu ingin tahu, dan pintar.  Pada awalnya membuat dia tidak diterima dalam lingkungan baru tersebut.

Newt, dia merupakan pemimpin para pemuda di Glade.  Dia seorang pemimpin yang masih belum matang, jiwa mudanya membuat dia mampu menerima Thaomas sejak awal kedatangannya.  Sosok pemimpin yang menginginkan perubahan, namun kurang inisiatif.

Gally, dia salah satu pemuda yg dinggal di Glade sudah lama (3 tahun) dia sosok yang taat peraturan, dan tidak menyukai perubahan.

Minho, dia  salah satu pemuda yang sudah tinggal di Glade  dan termasuk di kelompok "Pelari".  Karena kemampuannya berlari cepat maka tugas utamanya adalah memasuki Labirin raksasa dan memetakan pola labirin yang setiap hari bisa berubah.  Termasuk didalamnya mencari jalan keluar.


Apa menariknya film ini untuk di tonton???
Saya melihat Film The Maze Runner hampir sama dengan keadaan sebuah perusahaan.
Sebuah perusahaan itu bisa di Ibaratkan The Glade.   Tempat dimana beberapa orang berkumpul dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing untuk tujuan yang sama...

Labirin Raksasa, itu sebagai penggambaran bagaimana lingkungan luar  dari perusahaan.  Kapan saja bisa berubah, kapan saja bisa sangat membahayakan.

Tokoh Thaomas, sebagai gambaran tentang seseorang yang baru bergabung dengan perusahaan. Membawa pola pikir baru, ilmu baru, keingin tahuan, dan tidak tahu budaya yang sudah berjalan.  apakah salah dengan tokoh ini???  saya serahkan pada diri anda sendiri... :)   :)   :)

Tokoh Gally, sebagai gambaran seseorang yg sudah senior, tidak mau perubahan, cari aman, taat peraturan. apakah salah dengan tokoh ini???  saya serahkan pada diri anda sendiri... :)   :)   :)

Dari semua tentang Film The Maze Runner, saya mengambil kesimpulan:
"Apapun dalam hidup itu, harus dihadapi dengan perjuangan dan kerja cerdas"  
termasuk dalam sebuah Organisasi Perusahaan.........



-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).



Senin, 02 Februari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 02 Februari 2015

GADO-GADO
Bersama Pak Tinus


Mbak Wiwid namanya. Saya hampir lupa kepada dia, kalau saja dia tidak mengingatkan saya (dengan sungguh-sungguh) bahwa dulu dia adalah salah satu karyawan di perusahaan di mana saya menjadi HR-nya. Itu memang sudah sebelas tahun yang lalu, dan dia memang hanya beberapa bulan bekerja, sehingga wajar saja kalau saya lupa (sebelum akhirnya jadi ingat).

Yang membuat saya heran, ternyata Mbak Wiwid mengingat saya sebagai orang yang gemar belajar / kuliah. Mengapa saya heran ? Karena saya belajar / kuliah bukan karena hal ini merupakan kegemaran saya. Yang benar adalah, belajar / kuliah merupakan kebutuhan saya untuk bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.

"Apa memang harus terus-menerus belajar / kuliah seperti kamu, Nus ?" tanya seorang teman saya.

"Tergantung pada pekerjaan yang dijalankan. Kalau pekerjaannya adalah menyusun konsep dan mengambil keputusan strategis, belajar / kuliah itu merupakan keharusan. Kenapa ? Sebab zaman semakin maju dan ilmu / pengetahuan semakin berkembang. Kalau saya sudah punya gelar Magister Manajemen sejak 15 tahun yang lalu, bukan berarti saya ahli dalam manajemen sekarang ini. Supaya saya tetap jadi ahli manajemen, maka saya harus terus-menerus mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan alias belajar / kuliah," jawab saya.


-----oOo-----




Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).