Senin, 15 Juni 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 15 Juni 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota HIMPSI, Anggota APIO)

Apa TUJUAN HIDUP Anda ?

Ketika saya mewawancarai pelamar kerja, saya SELALU mengajukan pertanyaan di atas. Jawabannya bisa bermacam-macam. Masalahnya, apakah "nyambung" dengan pekerjaan yang dilamar atau tidak. Bisa meyakinkan pewawancara atau tidak.

Yang pasti, kalau jawaban pelamar kerja tentang tujuan hidupnya TIDAK JELAS yang terlihat dari jawaban yang BERPUTAR-PUTAR, pasti pelamar tersebut TIDAK DITERIMA !

"Mengapa tidak diterima ?" tanya Slontrot.

"Lha kalau tentang HIDUPNYA SENDIRI dia tidak pernah memikirkan sehingga tidak tahu jawabannya, bagaimana dia mau memikirkan perusahaan tempat dia bekerja ?" jawab saya.

Memang, ketika menjalani tes wawancara, pertanyaan apa saja bisa diajukan. Jadi, pelamar kerja memang harus mempersiapkan diri.

Apalagi kalau pertanyaannya hanya APA TUJUAN HIDUP ANDA. Ya keterlaluan sekali kalau tidak bisa dijawab.

Jadi, apa tujuan hidup Anda ?

-----oOo-----

Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi

Jumat, 12 Juni 2015

Sekilas Info BPJS Kesehatan : Pengumuman Iuran Peserta Penerima Upah - 01 Juli 2015

 PENGUMUMAN

Sehubungan dengan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 pasal 16 C perihal besaran iuran Jaminan Kesehatan atas kepesertaan pekerja Penerima Upah dari Badan Usaha di BPJS Kesehatan.

1. Terhitung mulai tanggal 01 Juli 2015, terdapat perubahan besaran iuran dari 4.5% (empat koma lima persen) dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan:
    a. 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja, dan
    b. 0.5% (nol koma lima persen) dibayar oleh Peserta
Menjadi 5% (lima persen) dari gaji atau upah per bulan, dengan ketentuan :
    a. 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja, dan
    b. 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta

2. Pembayaran iuran dapat dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya, pembayaran iuran yang dilakukan setelah tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya akan dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) dari iuran yang tertunggak untuk paling banyak 3 bulan.


- Semoga Bermanfaat -

-----oOo-----

Penulis :

Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni FISIP Universitas Diponegoro - Semarang
Anggota APIO - Semarang

Kamis, 11 Juni 2015



Workshop Leadership In Action Based On Core & Specific Competencies 
Semarang, 11 - 12 Juni 2015


Trainer : Ir. Constantinus , MM
Peserta : Direksi & Manager
Tempat : PPSDM Restu Group , Jl. Majapahit 129 B. Semarang
CP : (024) 6720720







--oOo---
 Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO

Rabu, 10 Juni 2015

SOSIALISASI PENILAIAN KARYAWAN SANTOSA GROUP


Sosialisai Penilaian Karyawan Santosa Group akan dilakukan sama seperti Penilaian di BPR Restu Group yang membedakan adalah jangka waktu penilaian dilakukan 3 bulan sekali. Sosialisasi ini telah dilakukan 3 Divisi Santosa Group yaitu SMJ,SFJ, dan Hyundai.


Gambar 1
Mas Franes sedang menjelaskan Penilaian Karyawan


Gambar 2
Peserta Memperhatikan penjelasan sambil menyimak


Gambar 3
Seluruh Peserta Sosialisasi


-oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi




Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 
Anggota APIO

Selasa, 09 Juni 2015

Belajar Dari Power Rangers Kalo Ingin Sukses Harus Bisa Bekerja Sama




Gambar: Power Rangers


Masih ingat kah teman-teman... ketika kita masih kecil dulu??
Jagoan yang sukanya keroyokan kalo melawan penjahat???
Apah??......
Sailormon???
Bukan..!!! grgrgrgrrrr  tidak mungkin saya menonton Film tersebut....
ayo.... ada yang ingat???
Iya.. betul..... POWER RANGERS....!!!
saya suka nonton Film tersebut... yang tayang pada tahun 1993 setiap hari Minggu pukul 09.30. WiB.
sedikit mengulas... Film tersebut menceritakan tentang  Enam  Remaja.. yang bersatu melawan penjahat untuk menyelamatkan Bumi... mereka adalah Jason Lee Scott, Kimberly Hart, Zack Taylor, Trini Kwan, Billy Cranston dan Tommy....
Dari berbagai pertarungan yang mereka lalui... semakin memper-erat semangat kebersamaannya...

Dari cerita tersebut, 
Kita dapat mengambil hikmah... bahwa... untuk mewujudkan Visi dan Misi sebuah perusahaan, maka kita harus dapat bekerja sama... baik itu dari bagian Money maker, Pembuat kebijakan, dan Suport...

Kerja sama itu dibentuk dari sebuah kesadaran secara pribadi.. dan organisasi.. :)

Ayo....
Bekerja sama dengan baik....
Masa perusahaan dengan Visi yang tinggi...  kalah sama POWER RANGERS... :)



-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).

Senin, 08 Juni 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 08 Juni 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anggota Asosiasi Psikologi Indonesia (APIO))

* * * * * 

"APA DIA HARUS IKUT TRAINING INI ? 'KAN PENGALAMANNYA SUDAH BANYAK...."

Saya hanya tersenyum ketika salah satu asisten saya bercerita kepada saya, bahwa ada seorang direktur yang menanyakan hal tersebut di atas, ketika seorang karyawan yang sudah BERPENGALAMAN akan diikutkan dalam suatu training.

"Memangnya kalau sudah BERPENGALAMAN pasti TIDAK BUTUH TRAINING ? 'Kan tidak begitu, ya Pak ?" kata asisten saya itu, meminta dukungan dari saya.

"Ya, tentu saja. Karyawan yang sudah BERPENGALAMAN, bisa saja masih harus IKUT TRAINING. Sebab, pengalaman kerja seharu-hari dan pengetahuan yang didapat lewat training merupakan DUA HAL yang BERBEDA, dan SALING MELENGKAPI," jawab saya.

* * * * * 

"Itulah  BAHAYANYA karyawan yang sudah berpengalaman..... Dia merasa sudah TAHU SEMUANYA, dan tidak merasa perlu ikut training lagi.....," kata Slontrot. 

Entah kenapa, kali ini pikiran Slontrot sejalan dengan pikiran saya.

"Kamu ini ada apa, tho ?" tanya saya kepada Slontrot.

"Saya sedang jengkel..... Ada karyawan kok tidak mau diikutkan training..... Alasannya, dia sudah berpengalaman, sudah mahir.... Lha itu 'kan suatu kesombongan yang akan menjerumuskan dia.....," jawab Slontrot berapi-api.

Saya manggut-manggut. Slontrot benar. Karyawan seperti itu seperti katak dalam tempurung, seolah-olah sudah tahu semuanya dari pengalaman kerjanya sehari-hari.....padahal masih ada pengetahuan lain yang seharusnya bisa dia ketahui lewat training.....banyak pengetahuan yang berasal dari pengalaman banyak orang.....yang bisa memperkaya wawasannya.....

* * * * * 

Gengsi juga menjadi salah satu sebab karyawan yang sudah berpengalaman tidak mau ikut training. Bahkan, tidak mau kuliah lagi, meskipun itu diperlukan untuk menunjang pekerjaannya.

Saya sendiri, setiap kali mengikuti training atau kuliah, DENGAN SENGAJA mengkondisikan diri saya sendiri sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Dengan begitu kita SELALU INGIN BELAJAR, dan tidak malu atau salah tingkah pada saat hadir sebagai peserta training atau menjadi mahasiswa. Tapi demi menambah wawasan, kita memang harus mengkondisikan diri bahwa kita masih selalu perlu belajar.

"Apa mungkin itu yang membuat sekarang ini banyak orang penting yang membeli IJAZAH PALSU, ya ?" tanya Slontrot.

"Maksud kamu bagaimana ?" tanya saya.

"Maksud saya begini. Orang-orang itu 'kan sudah merasa berpengalaman. Mereka sudah merasa hebat. Jadi, mereka merasa SUDAH LAYAK mendapatkan IJAZAH dan memakai GELAR Sarjana atau Master atau Doktor TANPA PERLU KULIAH dengan SUNGGUH-SUNGGUH," kata Slontrot.

"Kamu betul sekali," kata saya. "Tetapi, kalau mereka tidak kuliah dengan sungguh-sungguh, apa mereka juga sudah tahu tentang METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIKA sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan pada saat mereka membuat skripsi atau tesis atau disertasi ?"

"Nah, itulah masalahnya..... Mereka bisa pesan kepada orang lain untuk bikin skripsi atau tesisi atau disertasi. Jadi, mereka memang tidak merasa perlu untuk menguasai ilmu-ilmu itu," jawab Slontrot.

Saya kaget juga. "Lho, kalau mereka memakai gelar Sarjana atau Master atau Doktor tetapi tidak menguasai Metodologi Penelitian dan Statistika, lha bagaimana mereka akan melakukan penelitian ? Padahal 'kan Sarjana, Master, atau Doktor itu keunggulannya karena mereka bisa menambah wawasan atau pengetahuan dari penelitian yang dilakukannya. Kalau cuma menambah ilmu dari membaca buku, tidak perlu jadi Sarjana atau Master atau Doktor".

* * * * *

Marilah kita selalu mengkondisikan diri kita sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Pepatah mengatakan : ilmu padi, makin merunduk makin berisi. Betapapun banyak pengalaman kita, marilah kita selalu dengan rendah hati siap mempelajari hal-hal baru lewat training atau kuliah.

-----oOo-----
Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi