Minggu, 18 Januari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 19 Januari 2015

GADO-GADO
Cerita Hidup Bersama Pak Tinus

Menurut Ilmu Jiwa & Perilaku Manusia (= Psikologi), perilaku seorang manusia di mata seorang ahli (=Sarjana) Ilmu Jiwa & Perilaku (= Psikologi) menggambarkan jiwa yang ada dalam diri orang itu.

"Terus, kalau jiwa orang itu sudah bisa tergambarkan, akan digunakan buat apa oleh Ahli Ilmu Jiwa & Perilaku Manusia itu ?" tanya Slontrot kepada saya.

"Begini.... Jiwa seorang manusia itu ibarat seorang kusir kereta kuda, sedangkan tubuh fisik manusia itu seperti kereta kuda beserta kuda-kudanya. Kereta kuda lengkap dengan kuda-kudanya itu akan berjalan secepat apa, menuju ke arah mana, dengan cara membahayakan atau tidak, semua dikendalikan oleh kusir kereta kuda itu," jawab saya.

Slontrot mengangguk-anggukkan kepala. "O.... Itu sebabnya seorang Ahli Ilmu Jiwa & Perilaku Manusia itu mampu memprediksi apa yang akan dilakukan oleh seseorang, ya.... Ternyata dia mendapat gambaran tentang jiwa orang itu dengan menggunakan perilaku orang itu di masa yang dulu, ya....," kata Slontrot.

Saya tersenyum.

"Wah.... Saya jadi malu, nih.... Jangan-jangan jiwa saya sudah terbaca oleh kamu....," kata Slontrot lagi.

"Ha....ha....ha....," saya tidak dapat menahan tawa.


-----oOo-----



Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


: Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO). 

Jumat, 16 Januari 2015

Knowing Closely . . . .

Knowing Closely . . . .



The Happy Family of Mr. Saefudin Zuhri, S. Sos
(The Marketing Manager of PT BPR Restu Artha Makmur)
(Manajer Marketing PT BPR Restu Artha Makmur)



Left to Right:
Mr. Saefudin Zuhri, S. Sos
Muhammad Dwi Afrian
Muhammad Irfanudin
Mrs. Sumar
Shafira Marsaf Putri


Posted by:
Ayu Sendilla Kartika, S. Hum

Alumni of Diponegoro University

Kamis, 15 Januari 2015

"Hitam Di Atas Putih"

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



"Hitam Di Atas Putih"

Lagi asyik kumpul keluarga di teras bareng keluarga, tiba-tiba hujan gerimis. Ya udah, tambah betah ngobrol-ngobrolnya deh. Si Ucup, anak dari pamanku lanjut cerita katanya dia habis interview di sebuah perusahaan. Pengalaman pertama juga buat dia karena baru lulus kuliah.

Ucup tanya, "Kira-kira aku lolos seleksi ini ga ya??

Ya, kalau sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan mudah-mudahan diterima dan yakin dalam doa.

Sebenarnya ucup deg-degan, karena sudah masuk tahap seleksi terakhir dan lagi nunggu kabar baik dari perusahaan yang dia lamar.

Terus aku balik tanya ke Ucup, "Berarti kamu sudah tahu perjanjian kerjanya 'kan?

Udah.. tapi hanya secara lisan, kata Ucup.

Loh, ko bisa cuma lisan? Harusnya ada "hitam di atas putih" dong cup, namanya juga perjanjian. Kalau ucapan hanya sekedar janji nanti cup. Sudah terucap saja bisa lupa 'kan. 'Ntar yang ada malah "Jia Ling" lho cup..

Apa itu "Jia Ling"?, tanya si Ucup.

Janji-janji tapi ora eling, cup. Hehehe... 'Kan tidak ada bukti tertulisnya. 

-to be continued-

-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO









TRAINING DILAKUKAN DI PANTAI??? APAKAH MUNGKIN???

Sketsa Training  Bersama Mbak Happy 

Training dilakukan di Pantai.....???????
Apa Mungkin...??????



.....Sambil nyemil gorengan Unyul dan Unyil pun terlibat suatu pembicaraan.......


Unyul  : Nyil.. kemarin waktu aku jalan-jalan ke Pantai di Jepara, ada banyak orang dari     
            suatu perusahaan ternyata sedang melakukan Training........
            Masaa Training di Pantai..?? itu Training apa mau cari ikan ya Nyil...???? 

Unyil  : Hahahaha...
           Wah.. wah... sini aku kasih tahu....jadi gini Nyul, Training itu ada 2 macam,
           ada training di dalam ruangan(in class) dan ada training di luar ruangan (outbound).
            nah yang sedang kamu lihat kemarin itu adalah training di luar ruangan Nyil. Outbound tidak harus
           di Bukit, di Hutan atau di Lapangan... tapi juga bisa di Pantai... Nyul..
           yang paling penting Program Outbound itu harus berfokus pada hasil bukan            
           hanya pada aktifitas permainannya saja.

Unyul  : Oh.. jadi begitu yaa...Nyil.. ya sudah, aku pulang rumah dulu ya Nyil...
            besok aku tanya-tanya lagi tentang  Training ini..

Unyil  : Ok Nyul.. dengan senang hati.....


---oOo---


Penulis Oleh:

Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO

Rabu, 14 Januari 2015

Sebelum Memasuki Perusahaan Kenalilah Perusahaannya

“Dunia Psikologi Industri”
Cerita Rasa Nano-Nano kadang Manis, Asin, Pedas bersama Dyas


“Sebelum Memasuki Perusahaan Kenalilah Perusahaannya”


Disebuah Cafe tempat Nongkrong disemarang, di sudut pojok saya dan teman-teman nongkrong bersama. Perbincangan dimulai tentang sebuah perusahaan yaitu BPR.

Salah satu teman mengeluhkan gaji yang diterima setiap tahun hanya dinaikkan sebesar UMR di Kota Semarang. Kadang masih dipotong lain-lain untuk asuransi kesehatan, Jamsostek, Infaq.

Lalu saya bertanya cara perhitungannya seperti apa? Menggunakan sistem penilaian: 1 bulan, 3bulan, 6 bulan, atau tahunan? Dia hanya menjawab tidak ada peilaian. # tepok jidat saya.

Kalau ditempat saya Penilaian menggunakan penilaian bulanan setelah akhir tahun dirata-rata dengan itu kita bisa melihat perhitungan gaji yang diterima karyawan.


Jadi sebelum masuk suatu perusahaan tanyalah secara detail tentang perusahaan tsb visi, misi, sistem penilaian, stuktur organisasi, Job des setiap karyawan. Jangan asal masuk disebuah perusahaan.



--oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi


Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 
Anggota APIO

Senin, 12 Januari 2015

Seni Menjual Diri Patut Dipersiapkan Mahasiswa, Sebelum Memasuki Dunia Kerja

Pojok CS-KS
Cerita Santai, Karir, dan Seleksi  bersama Kang Franes


“Seni Menjual Diri” Patut Dipersiapkan Mahasiswa,
Sebelum Memasuki Dunia Kerja
Part-1





 "Berpenampilan Nyentrik" adalah salah satu cara Seni Menjual Diri



“Udah sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya nganggur...”
Itu adalah sepenggal percakapan yang saya dengar dari dua orang ibu rumah tangga yang sedang asik “ngerumpi” di halaman kosan saya.

Memang sangat disesalkan ketika ada sebagian dari teman-teman mahasiswa yang kesulitan mencari pekerjaan.  Padahal  justru di luar sana banyak perusahaan yang sulit mencari SDM berkualitas.

“Kok Bisa Begitu?”

Hal itu tidak terlepas dari para pencari kerja itu sendiri, apakah mereka mampu meyakinkan perusahaan untuk dapat menerima dia??  Apakah mereka mampu menunjukan apa keuntungannya jika perusahaan memilih dia sebagai salah satu dari SDMnya???

Kemampuan  untuk meyakinkan seseorang  itulah yang saya sebut sebagai “Seni Menjual Diri”.


-          Bersambung  minggu depan



-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si




Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO). 

Minggu, 11 Januari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 12 Januari 2015


Nasehat dari orang yang berbeda bisa jadi saling bertentangan satu sama lain.
 Adalah tanggung jawab kita sendiri untuk memilih nasehat yang mana 
yang paling tepat untuk diikuti.




GADO-GADO
Cerita Hidup Bersama Pak Tinus


Siang itu saya sedang ngobrol dengan seorang murid salah satu SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). "Katanya, lulusan SMK itu sulit dapat kerja, ya Pak ?" tanyanya.

Saya diam. Heran dengan pertanyaan itu.

"Gampang atau sulit, itu tergantung persepsi kita, tergantung persiapan kita, dan tentu saja doa kita dan doa orang tua kita," jawab saya sungguh-sungguh.

Mendengar jawaban saya, dia terdiam. Bingung. Ada yang bilang sulit, ada yang bilang tergantung persepsi, persiapan, dan doa. Memang, pendapat orang berbeda-beda.

"Jadi, saya harus mengikuti pendapat yang mana ?" tanyanya lagi.

"Itu terserah kamu, 'kan itu tentang masa depanmu. Tapi, kamu memang harus bisa membedakan, mana pendapat yang layak dipercaya, mana yang tidak. Jangan semua pendapat kamu ikuti," kata saya.

Dia manggut-manggut saja.

-----oOo-----



Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


: Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).