Senin, 06 Juli 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 6 Juli 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anggota Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))



MELAYANI. Kata ini yang segera terlintas dalam benak saya di hari Sabtu tanggal 4 Juli 2015 kemarin. Hari itu adalah Hari Ulang Tahun ke-13 Corporate Human Resources Department yang saya pimpin di sebuah group perusahaan swasta di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebetulan sejak pertama berdiri, departemen ini dipimpin oleh saya. Dan saya selalu menyadari bahwa semua hasil yang telah dicapai selama ini adalah karunia Tuhan Yang Mahaesa yang antara lain berupa keberadaan para asisten yang selalu penuh dengan pola pikir, sikap, dan perilaku saling melayani.

"Kenapa kamu bilang begitu ?" tanya Slontrot. "Bukankah orang bekerja itu ya cari uang, termasuk orang yang bekerja sebagai asisten HR ?"

"Kamu ada benarnya," jawab saya. "Tapi tidak seluruhnya".

"Kok bisa ?"

"Bisa saja. Orang bekerja memang mencari uang, tetapi itu bukan segala-galanya".

"Maksudnya bagaimana ?"

"Kalau bekerja cuma mencari uang, akibatnya orang itu tidak akan awet bekerja di suatu perusahaan. Kenapa ? Karena yang ada di pikirannya hanya mencari uang. Titik. Kalau yang ada dalam pikirannya hanya mencari uang, maka akan pindah-pindah kerja terus....sebab kalau mengalami kesulitan sedikit saja di tempat kerja, langsung mengundurkan diri.....ketika ada tawaran gaji yang lebih besar di perusahaan lain, langsung mengundurkan diri.... Jadinya tidak ada yang langgeng....."

"Terus harusnya bagaimana ?"

"Ya harus ada tujuan lain yang dicari dalam bekerja....."

"Apa itu ?"

"Kalau di Corporate Human Resources Department tempat saya bekerja, yang dicari adalah kesempatan untuk melayani dengan sebaik-baiknya.....karena bekerja itu adalah amanah dari Tuhan untuk saling melayani sesama manusia...."

"O.... Itu rahasia dari para asisten Corporate Human Resources Department tempat kamu bekerja, ya.....sehingga semua anggota tim tetap memiliki rasa bangga sekalipun sudah tidak lagi bekerja di dalam tim ini...."

"Iya. Kebanggaan itu abadi justru karena semua orang merasa bahwa kita semua adalah orang yang melayani orang lain.....sebagai amanah dari Tuhan....."

-----oOo-----
Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi
 

Kamis, 02 Juli 2015

Suka Minum Es Teh Manis? Hati-Hati! Bisa Bahaya buat Ginjal Lho!



Seandainya ada pemilihan minuman nasional, pasti es teh manis keluar sebagai juaranya. Bagaimana tidak, setiap makan pasti teman makannya adalah es teh manis.

Ditambah lagi dengan iklim tropis Indonesia, pastinya orang-orang selalu ingin mendinginkan diri dengan minum yang dingin-dingin. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ternyata ada bahaya di balik segarnya es teh manis? Mari simak bersama apa saja sih bahaya es teh manis.
Bahaya Es Teh Manis
Menurut dr. Lee Hammontree dari the Urology Centers of Alabama, mengonsumsi terlalu banyak teh dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Faktanya sepuluh persen pasien penyakit batu ginjal memiliki riwayat secara rutin mengonsumsi teh.
Lalu, mengapa bisa bahaya? Ternyata bahaya tersebut berasal dari zat kimia alami yang terkandung di dalam teh yaitu Oksalat. Oksalah sendiri ditemukan pada daun teh dan bekerja dengan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Hal ini lah yang mampu menyebabkan terjadinya pembentukan batu dalam ginjal atau saluran kencing.
Apabila batu terjebak dalam saluran kemih, maka hal tersebut akan menyebabkan tersendatnya air seni sehingga akan terasa sakit yang luar biasa.
Tapi tenang saja, bahaya di balik teh ini bukan berarti kamu harus berhenti mengonsumsi teh sama sekali, ladies. Kamu hanya perlu membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan, dan kontrol gulanya.
Selain itu, ada fakta menarik lainnya tentang bagaimana es teh manis ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatanmu. Menurut dr. John Milner dari departemen Urologi Loyola University Chicago Stitch School of Medicine, penyebab utama batu ginjal adalah dehidrasi.
Di musim panas, atau negara beriklim tropis seperti Indonesia, manusia akan berkeringat lebih banyak, sehingga memilih untuk mengonsumsi es teh manis karena segar dan manis. Tanpa kita sadari, kita malah membuat hal lebih buruk.
Jadi apa sih alternatif minuman yang harus kamu minum di saat merasa haus? Ternyata tidak ada pilihan yang lebih baik dari air putih. Jika memang kamu merasa bosan, kamu bisa menambahkan rasa dengan menambah jeruk nipis. Selain memberikan efek segar, jeruk nipis pun ternyata mampu meringankan batu ginjal.
Jadi,  kurangi konsumsi es teh manismu ya!


--oOo---
 Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO

Selasa, 30 Juni 2015

Arti Penting Sebuah Pelayanan Kaki Lima Tidak Siap Buka Puasa




Gambar 1. Menu Makanan yang Batal Saya Pesan


Lamper, Minggu/ 28 Juni 2015.
Menjelang buka puasa, saya mengajak teman dekat saya ke salah satu pedagang kaki lima yang gosipnya asik buat kongkow-kongkow di sekitar lamper.

Ditengah perjalanan saya ceritakan bagaimana enaknya menu masakan di sana....
sesampainya disana kami susah memarkirkan kendaraan kami.. terlebih tidak ada petugas parkir...
suasana disana sangat ramai... maklum semua orang pada ngabuburit di sana....

Kami memilih tempat duduk dekat dengan juru masak,
dari sana kami melihat begitu sibuknya si juru masak melayani pesanan...

tidak terasa, kami sudah duduk sekitar 1 jam... tanpa ada yang mengantarkan menu makanan yang akan kami pesan....
sadar ada yang tidak beres... segera saya menemui pelayan yang sedang sibuk membantu juru masak...
"saya minta tolong diberikan daftar menunya mas..." pinta saya pada pelayan tersebut.
"tunggu mas.... eh ini mas... menunya... tapi maaf bolpointnya habis..."  jawab dia dengan cepat

saya hanya tersenyum mendengar perkataan dia...
"bagaimana cara memesan menunya kalo bolpointnya saja tidak ada... apa saya bolongin???" gumam saya dalam hati...

sambil saya memilih menu... saya memperhatikan beberapa orang yang komplain tentang menu yang di masaknya lama... dan mereka satu persatu membatalkannya....

"mas... kita pindah aja yuk.... saya sudah tidak sreg makan disini.." ungkap teman saya dengan nada kecewa...
"ya sudah...." jawab saya sambil berdiri dan membawa daftar menu...

sambil saya menyerahkan menu... "mas, mohon maaf saya tidak jadi makan di sini... berapa untuk 2 botol es teh nya..."

pelayan memandang saya, dan berkata " tujuh ribu rupiah mas..."

lalu saya berikan uang Rp. 10.000,-

Pelayan menerima sambil berkata "tidak ada uang pas mas??'

saya jawab... "tidak ada mas..."

terus si pelayan segera membolak balik dompetnya... dan segera berjalan lambat ke arah ruang khusus karyawan...

setelah 10 menit...
si karyawan datang dan bilang maaf pak... kembaliannya tidak ada....

saya hanya tersenyum....
"ya sudah, untuk anda saja kembaliannya mas...." dan saya biarkan berlalu...

Buka puasa yang sungguh menguras kesabaran heheheh.....

Diskusi:
Setelah membaca cerita di atas...
ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil, sebagai berikut:
1. Tempat saya makan, tidak siap melayani konsumen banyak yang datang secara tiba-tiba
2. Tidak ada pembagian kerja yang jelas
3. Kurang personil
4. Belum memahami "arti penting dari sebuah pelayanan dan nama baik"
5. Tidak terlihat adanya Team leader yg bisa langsung menangani kasus khusus yang mendadak

--ooOoo--


Jika saya menjadi Team Leader di tempat itu... apa yang akan saya lakukan??
yang pasti saya akan segera menolak ketika pelanggan yg kekesalan karena menunggu lama pesanan itu hendak membayar teh manis tersebut...

Ilustrasi:
Pelanggan datang dengan wajah tidak seceria pas dia masuk ke rumah makan....
sambil dia menyerahkan menu... "mas, mohon maaf saya tidak jadi makan di sini... berapa untuk 2 botol es teh nya..."

maka akan segera saya jawab dengan halus:
Terima kasih banyak atas kunjungannya pak, mohon maaf jika membuat bapak menunggu lama untuk pesanannya. sebagai ungkapan permohonan maaf kami, untuk es tehnya bapak tidak perlu membayarnya.. :)
semoga untuk lain kesempatan bapak tidak kapok untuk berkunjung ke tempat kami...
(diakhiri dengan senyuman...)

saya, jamin...
setidaknya si pelanggan itu akan sedikit reda rasa kesalnya...





-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).

Senin, 29 Juni 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 29 Juni 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anggota Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))


(Foto : Buku Dale Carnegie versi lama yang dicetak ulang)
 

(Foto : Buku Dales Carnegie versi baru alias "di era digital")


* * * * * 
 

KETRAMPILAN SOSIAL. Kata-kata ini digunakan untuk mendefinisikan kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

"Apa ini ada kaitannya dengan kesuksesan seseorang dalam meniti karir di tempat kerja atau melakukan bisnis mandiri ?" tanya Slontrot.

"Tentu saja," jawab saya. "Orang yang kemampuan intelektualnya tinggi tetapi ketrampilan sosialnya rendah, cenderung kalah cepat dalam meniti karir dibandingkan orang yang kemampuan intelektualnya pada taraf rata-rata tetapi mempunyai ketrampilan sosial yang tinggi. Begitulah yang terjadi di Indonesia".

"Kok bisa begitu ?" tanya Slontrot.

"Bisa saja. Sebab di Indonesia, ada tuntutan bahwa orang harus mampu menjadi pemain tim kerja yang baik, entah sebagai karyawan maupun sebagai pemilik bisnis mandiri. Untuk menjadi pemain tim kerja yang baik, syaratnya harus mempunyai ketrampilan sosial yang tinggi," jawab saya.

"Ciri-ciri orang yang mempunyai ketrampilan sosial yang tinggi itu seperti apa, sih ?"

"Ada banyak. Tetapi di sini saya sebutkan yang penting-penting saja. Pertama, dia kalau berbicara dengan orang lain tidak membuat orang lain sakit hati. Kedua, orang-orang cenderung suka berbicara atau berdiskusi dengan dia. Ketiga, dia dapat memberikan pujian dengan tulus kepada orang lain. Keempat, kalau ada orang yang memberikan pujian kepadanya, dia dapat menerima pujian itu dengan wajar".

* * * * *

Salah satu buku bacaan yang berguna untuk meningkatkan ketrampilan sosial ----- menurut saya ----- adalah buku tulisan Dale Carnegie seperti terlihat pada gambar di atas. Buku tersebut ditulis pada tahun 1936, dan sampai saat ini masih terus dicetak ulang mengingat masih banyak orang yang berminat membeli dan membaca buku ini. 

Dengan selesai membaca buku ini, tidak berarti ketrampilan sosial seseorang secara otomatis meningkat. Masih ada proses yang harus dilalui, seperti mempraktekkan apa yang ditulis dalam buku tersebut secara bertahap dan konsisten serta terus- menerus. Selain itu, aspek kepribadian juga berpengaruh. Artinya, ada yang dengan cepat bisa menguasai dan menerapkan apa yang tertulis dalam buku tersebut karena kepribadiannya cenderung cocok / mendukung, ada pula yang perlu waktu lebih lama karena kepribadiannya memiliki "gap" yang relatif besar dibandingkan dengan tuntutan dalam buku tersebut.

Intinya, semua itu memerlukan usaha sungguh-sungguh yang dilandasasi dengan doa.  Dan membaca buku Dale Carnegie di atas hanya merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan.....

-----oOo-----
enulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi

Jumat, 26 Juni 2015

Memorable Experience or Pleasure Service

Apa sih yang kita inginkan apabila datang ke suatu tempat makan atau tempat penginapan?? Yang jelas kedua tempat ini sebagai tempat untuk bersantai, melepas lelah, ataupun refresh otak. pasti kita menginginkan hal yang menyenangkan dan berkesan. Itu yang akhirnya membuat kita 'ketagihan' dan bisa kembali dan kembali lagi. Itu artinya hal yang berkesan lebih menarik Hal yang tidak terlupakan (memorable experience) pasti ada yang menyenangkan tapi juga ada yang tidak menyenangkan. Justru, yang membuat kita untuk kembali ke tempat itu lagi pasti yang menyenangkan. Apabila, tempat tersebut tidak memberikan pelayanan yang menyenangkan bagaimana bisa kita dapat mereferensikan ke saudara atau orang lain. Satu kata yang pasti dilontarkan "NOT RECOMMENDED"!!!
http://www.strugglingnetpreneur.com/wp-content/uploads/2013/11/memorable-experience.jpg

- only smile, friendly, and warm not enough -
-----oOo-----

Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P
Alumni FISIP Universitas Diponegoro 
Anggota APIO Semarang

Kamis, 25 Juni 2015

Lembaga Ketrampilan dan Pendidikan (LKP) PPSDM Restu Group Resmi 

Mendapatkan Ijin Penyelenggaraan Pelatihan Kerja 

Oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang







--oOo---
 Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO

Rabu, 24 Juni 2015

Marketing is Art 




Kita bekerja di perusahaan yang bergerak dibidang perbankan yang dimana kita membutuhkan marketing/sales. Marketing sangat penting dibutuhkan diperusahaan Restu Group karena penghubung antara perusahaan dan juga konsumen. Dalam hal ini tugas marketing tentu saja sangat vital dalam perusahaan. Secara tidak langsung marketing merupakan ujung tombak dalam perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan perhatian lebih kepada marketing. 

Supaya perusahaan bisa mencapai target yang sudah ditentukan diperlukan strategi marketing atau strategi pemasaran yang tepat. Dengan strategi pemasaran yang tepat perusahaan bisa dengan mudah untuk mendapatkan keuntungan dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. 

Maka dengan itu Marketing BPR Restu Group harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dibidang marketing / sales yang professional salah satunya kita bisa membaca buku atau mendengarkan seminar, contohnya dari motivator James Gwee.

Kesimpulanya : Marketing is art. Marketing adalah seni, seni menjual diri, seni komunikasi, seni menjalin komunikasi. Sebagai marketing banyak ilmu yang perlu dipelajari. 




--oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi





Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 
Anggota APIO