Senin, 16 Februari 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 16 Februari 2015

GADO-GADO
Bersama Pak Tinus
(Anggota Himpunan Psikologi Indonesia & Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi)




Keterangan Foto :

Tidak semua hal bisa kita atur. Ada banyak hal yang sudah ada secara alamiah. Yang bisa kita lakukan adalah melihat dan menangkap kesempatan alamiah itu untuk kebaikan kita dan orang lain.

(Foto oleh Ir. Constantinus)




Kesempatan. Ini adalah kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan, "Apa yang mendasari saya membuat foto di atas ?". 

Dulu, setiap kali saya jalan-jalan ke manapun, saya selalu membawa kamera Canon EOS DSLR 550D. Sekarang, karena (relatif) semua "handphone" sudah ada kameranya (meskipun tidak secanggih Canon DSLR), saya tidak lagi selalu membawa kamera DSLR karena sudah membawa "handphone" yang ada kameranya.

Memotret memang sudah menjadi "hobby" saya sejak masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar di tahun 1980. Saya sudah terbiasa "mencari-cari kesempatan" : apa yang bagus untuk difoto. Dan kebiasaan ini masih bertahan sampai sekarang. Foto di atas saya buat ketika saya sedang jalan-jalan pagi dengan istri di Pantai Marina - Kota Semarang, dengan menggunakan kamera Nokia "jadul" (kuno) E71 (karena saat itu saya niatnya bukan mau memotret, makanya tidak bawa kamera Canon DSLR yang gede ukurannya). Saya melihat ada "momen yang bagus", maka saya protret dengan kamera "handphone". MUMPUNG ADA KESEMPATAN, saya memotret dengan ALAT YANG ADA PADA SAYA SAAT ITU.

Nah, renungannya adalah : dalam mencari pekerjaan atau jenjang karir, apakah kita juga sudah selalu MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN untuk mendapatkan KESEMPATAN yang baik (dalam arti positif) dan MENGGUNAKANNYA DENGAN KEMAMPUAN YANG SUDAH ADA pada kita ?


-----oOo-----



Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.



Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi 

Sabtu, 14 Februari 2015

Knowing Closely . . . .

Knowing Closely . . . .



The Happy Family of Mr. F. Widarto Subagio
(The Commissioner in BPR Restu Group )
(Komisaris di BPR Restu Group)





Left to Right:
Mrs. Kurniah Winata
Sebastian Adhitama Subagio
Mr. F. Widarto Subagio
Martin Adhitya Subagio



Posted by:
Ayu Sendilla Kartika, S. Hum

Alumni of Diponegoro University

Jumat, 13 Februari 2015

Malu sama Semut ..

Obras (Obrolan Santai) bersama Linda
Serba-Serbi "Hubungan Industrial"



Malu sama Semut .. 


Memang binatang yang satu ini patut diacungi jempol. Walaupun kecil tapi perjuangannya sangat luar biasa. Binatang sekecil itu ‘berkelahi dengan waktu’. 'Mereka' tidak akan tahu selama apa 'mereka' bisa bertahan hidup. Banyak hal yang bisa kita contoh dari binatang ini. Semut yang tidak punya hati nurani saja bisa memperjuangkan teman-teman 'mereka' demi tujuan yang sama walaupun terkadang hingga mengorbankan salah satu dari 'mereka' yang telah sama-sama berjuang. Selain itu, diantara 'mereka' justru tidak ada yang saling menyakiti.

Perjuangan semut yang seperti inilah yang patut kita contoh. Dalam kondisi apapun, mereka tetap menjaga satu sama lain. Terkadang perilaku manusia 'kalah' dengan semut. "Malu dong sama semut", kalau begitu.

Dalam dunia kerja sering kita menemui fenomena seperti ini. Goyahnya 'Integritas dan Teamwork' dalam bekerja. 
Walaupun hanya binatang 'kecil'. Kita patut mencontoh 'mereka'. Bahkan harus lebih, karena masalah kerjasama tim dalam bekerja justru lebih komplek dari 'mereka'.


- Ants is a Good Team -

-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P


Alumni Universitas Diponegoro 
Anggota APIO

Kamis, 12 Februari 2015

PELATIHAN BASIC TRAINING AO BATCH 9A BPR RESTU GROUP BERSAMA Bp. F.WIDARTO SUBAGIO, S.E

                                                                                                   Sketsa Training  Bersama Mbak Happy 




Waktu menunjukkan pukul 8.45 , Training Basic AO – Batch 9A pun dibuka oleh saya (Happy Hapsari ) sebagai Moderator Training.
Sayapun menyapa  teman-teman “APA KABAR….???”  dan mereka dengan semangat dan mengepalkan tangan ke udara menjawab “Luarrrrrrbiasaaaa…….!!!!”.
Kali ini yang mengikuti Pelatihan ada dari  Divisi RKM, RAM, RMM, AMS, RTM, TMJ dan AYO.

Sebelum memasuki materi, Pak Wid (Sapaan akrab dari Pak Widarto) mengajak teman-teman AO Melakukan permainan . Permainan ini melatih otak kanan agar focus dan dapat menerima materi dengan baik.


Gambar 1 : Permainan mengasah otak kanan



Semakin siang training AO semakin seru. Selain Materi yang berbobot dan cara penyampaian dari Pak Widarto yang mengasyikan ,Pak Wid juga memutarkan Foto –Foto dan Film –Film Motivasi yang membuat para peserta semakin antusias mengikuti pelatihan Basic Training AO hari ini.



Gambar 2 : Antusiasme para peserta pelatihan


Buat temen-temen AO yang mau mengikuti pelatihan seperti ini bias segera mendaftarkan diri ke Direksi Masing- masing Divisi. Jadwal sudah kami tentukan mohon lihat di www.development4ever.blogspot.com


---oOo---

 Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO

Rabu, 11 Februari 2015

Kenapa KARYAWAN KADER UNGGULAN / TELADAN perlu diberikan penghargaan??

Kenapa KARYAWAN KADER UNGGULAN / TELADAN  perlu diberikan penghargaan??

Supaya karyawan termotivasi untuk bekerja menjadi lebih baik lagi dan memberikan contoh nyata kepada karyawan lain menjadi luar biasa itu mudah dengan semangat, kerja keras, tekun, dan disiplin. Setiap orang  mendapat kesempatan yang sama menjadi KADER UNGGULAN / TELADAN.
Definisi :
v  KADER UNGGULAN adalah karyawan yang TERBAIK DI BIDANGNYA dan karena itu layak dijadikan TELADAN
v  Istilah "KADER" digunakan untuk menekankan perlunya persiapan menyiapkan PEMIMPIN-PEMIMPIN di masa depan untuk proses kaderisasi & regenerasi.
v  KADER UNGGULAN ini harus menonjol secara KOMPLIT / MENYELURUH, baik aspek PRODUKTIVITAS maupun INTEGRITAS & KOMPETENSI (tidak boleh "pincang", sehingga memang layak dijadikan teladan).

KADER UNGGULAN bukan semata-mata mempertahankan tradisi bahwa setiap divisi harus ada, tetapi memang sungguh-sungguh MENONJOL dalam PRODUKTIVITAS, INTEGRITAS, dan KOMPETENSI (pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja).

Oleh karena itu, "penjaringan  nominator / kandidat KADER UNGGULAN" dilakukan dengan berbagai saluran, yaitu :

1)      Direksi BPR. Direksi BPR memilih dari anak buahnya yang sepanjang tahun 2014 memiliki penilaian dengan kualifikasi KADER, untuk di-nominasi-kan sebagai KANDIDAT KADER UNGGULAN di bidang MARKETING dan di bidang NON MARKETING.

2)       Selaku Komisaris Pendamping di bidang Marketing dan Non Marketing.

3)      Selaku Komisaris Pendamping di bidang Marketing.

4)       Selaku SKAI, yaitu untuk memberikan "catatan keberatan" apabila kandidat-kandidat yang dimajukan ternyata dinilai "bermasalah" berdasarkan temuan SKAI.

5)      HRD berdasarkan data penilaian sepanjang 2014 mengecek apakah kandidat-kandidat tersebut memang sungguh-sungguh dari bulan ke bulan ber-kualifikasi "KADER" (validitas data dari bulan ke bulan, bukan hanya data di akhir tahun).

(I) Kelompok KADER UNGGULAN
(a) Marketing L-2 / L-3 / L-4
-          Bekerja sejak tanggal : .....
-          Posisi sepanjang 2014: ….
-          Kualifikasi Berdasarkan Rata-rata Penilaian Bulanan Mar-Des 2014:….
-          Rata-rata OSC sepanjang Jan-Des 2014 adalah : Rp .... M
-          Rata-rata NPL sepanjang Jan-Des 2014 adalah : ....%
-          Rata-rata DOD sepanjang Jan-Des 2014 adalah : ....%
-          Rata-rata NOA sepanjang Jan-Des 2014 adalah : ....
-          Inovasi / Rintisan Baru / Kepeloporan yang dilakukan nama tersebut dalam periode Jan-Des 2014 yang sudah memberikan Hasil yang Sukses Luar Biasa bagi Perusahan adalah (uraikan dengan singkat, padat, dan jelas) : .....

(b) Non Marketing L-2 / L-3 / L-4

-          Bekerja sejak tanggal : .....
-          Posisi sepanjang 2014: ….
-          Kualifikasi Berdasarkan Rata-rata Penilaian Bulanan Mar-Des 2014:…..
-          Inovasi / Rintisan Baru / Kepeloporan yang dilakukan nama tersebut dalam periode Jan-Des 2014 yang sudah memberikan Hasil yang Sukses Luar Biasa bagi Perusahan adalah (uraikan dengan singkat, padat, dan jelas) : .....


Dengan sistem diatas tidak diharuskan bahwa di setiap BPR pasti ada KADER UNGGULAN-nya, kalau memang ternyata di beberapa BPR masih belum ada KADER UNGGULAN. 


--oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi









Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 


Anggota APIO

Selasa, 10 Februari 2015

Tips dan Trik Cara Pengajuan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Ala Kang Franes

Pojok CS-KS
Cerita Santai, Karir, dan Seleksi " bersama Kang Franes




Salam, Sahabat Warta...
Pagi tadi saya beserta keluarga karyawan (ahli waris karyawan kami), berangkat ke BPJS Ketenaga kerjaan di Jl Pemuda - Semarang  untuk mengambil Uang JHT dan Santunan Kematian dari BPJS KetNaKer.  Kami berangkat pagi, sekitar pukul. 08.00 wib.

Sesampainya disana saya menuju Drop Box untuk memasukan berkas kelengkapan untuk mengambil santunan kematian, selanjutnya kami menunggu kurang lebih 1 jam.  kemudian kami dipanggil untuk klarifikasi berkas copy dengan berkas asli. selanjutnya kami mengambil antrian dengan nomor 66 (saya suka angka kembar terlebih jika dijumlah menjadi angka 3 - karena saya merasa angka 3 itu keberuntungan... heheheh...).

Setelah menunggu beberap lama, akhirnya kami bisa mengambil santunan berkala dengan lancar...
saya melihat ada beberapa antrian yang terpaksa pulang karena mereka berkasnya tidak lengkap atau salah persepsi tentang pengambilan santunan kematian... (santunan kematian bisa diambil dengan jarak 1 bulan setelah pelaporan).

Melihat, masih adanya peserta BPJS atau Pengurus Perusahaan yang belum faham tatacara pengajuan Klaim Tunjangan kematian, dibawah ini saya sajikan Tips dan Trik cara pengajuan Jaminan Kematian ke BPJS Ketenagakerjaan dijamin 100% cair satu hari kerja, sebagai berikut:

TIPS & TRIK -  PERTAMA
"Selalu perhatikan keadaan karyawan"
Pastikan semua karyawan sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, terutama mereka yang resiko kerjanya tinggi baik dari beban kerja maupun dari segi usia kerja.


TIPS & TRIK -  KEDUA
"Sosialisasikan syarat pengajuan klaim JHT & santunan kematian dengan jelas"
Jika terjadi musibah kematian salah satu karyawan anda, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memberi informasi kepada keluarga karyawan tentang syarat pengajuan Klaim Santunan Kematian, yaitu sebagai berikut:
  1. Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Asli + Copy 1 lembar)
  2. Mengisi Form Pengambilan JHT & Santunan kematian yang di isi ahli waris dan di tandatangani perusahaan + di stemple perusahaan
  3. Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan ( Asli + Copy dilegalisir kelurahan 1 lembar)
  4. Surat keterangan ahli waris dari Kecamatan ( Asli + Copy dilegalisir kelurahan 1 lembar)
  5. Salinan/Copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga Tenaga Kerja bersangkutan yang masih berlaku (1 lembar)
  6. Identitas ahli waris  berupa KTP/SIM dan Kartu Keluarga (Asli + Copy 1 lembar)
  7. Copy Buku tabungan ahli waris (1 lembar)

TIPS & TRIK -  KETIGA
"Selalu berkoordinasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan"
Segera melakukan koordinasi dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan supaya secara sistem bisa langsung dikeluarkan.  sehingga pihak keluarga almarhum  akan segera menerima manfaat santunan tersebut (tidk berlarut-larut).
Misalkan, almarhum meninggal pada 20 Desember 2014 maka HR bagian kepengurusan BPJS supaya  langsung koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan mengirimkan surat pemberitahuan  tentang berita kematian tersebut paling lambat 1 minggu (supaya lebih praktis bisa kirim by email).   Dengan catatan premi Bulan Desember 2014 harus tetap dibayarkan, dan kita meminta di keluarkan per Januari 2015.  Sehingga pada Februari 2015 awal sudah dapat diambil dengan lancar.


TIPS & TRIK -  KEEMPAT
"H-1 pastikan semua hal sudah beres dan siap"
Cek kelengkapan berkas yang disiapkan oleh keluarga almarhum, dan juga lakukan koordinasi ulang Ke pihak BPJS Ketenagakerjaan, satu hari sebelum mengambil JHT & Uang Santunan Kematian tersebut untuk memastikan semuanya sudah siap di BPJS (jangan ujug-ujug datang ke BPJS Ketenagakerjaan tanpa koordinasi dulu... itu hanya akan membuat anda merasa dipermainkan karena syarat dan informasi belum lengkap... :)  :)


TIPS & TRIK -  KELIMA
"Budayakan datang lebih pagi"
Datang ke BPJS Ketenagakerjaan, lebih pagi.... jika perlu Kondisikan Anda & Keluarga almarhum sampai di kantor BPJS Ketenagakerjaan Pukul. 07.45.  Sehingga tidak mengantri terlalu lama... karena ingat... peserta BPJS bukan hanya anda saja.... :)   :)


Demikian pengalaman dari saya... semoga dapat bermanfaat untuk mereka yang mengurusi BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan.....


"Lakukan Semua Pekerjaan dengan Niat Beribadah Kepada Tuhan"




-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).



Special Tanks to:
Ibu Ika & Ibu Umi
CRO BPJS Ketenagakerjaan 
Kota  Semarang











Selamat Ulang Tahun Untuk Bapak Subandi Direktur Utama PT BPR Restu Klaten Makmur





10 Februari 2015
Selamat Ulang Tahun untuk:
Bp. Subandi, A.Md
Direktur Utama PT. BPR Restu Klaten Makmur


''Semoga dengan bertambahnya usia menjadikan beliau insan yang mulia, 
semakin disayang Tuhan  dan menyayangi Tuhan, 
semakin umurnya berkah, pahalanya bertambah, 
dan  segala urusan dipermudahkan Tuhan''