Selasa, 23 Juni 2015

Aku Mah Apa Atuh??

Gambar 1. Jus Buah Naga Merah Cocok Diminum Setelah Buka Puasa



Selamat siang, Sahabat WartaHR...
Malam kemarin saya dihubungi oleh teman saya dari Bogor....
Dia mengajak saya reuni-an di Purwokerto sebelum Lebaran...

Dia ternyata sekarang bekerja sebagai HR di lembaga keuangan di Bogor...
Dia menceritakan begitu sibuknya dia setiap hari...Tugasnya banyak....
kadang-kadang harus seleksi, buat kontrak kerja, hitung absen...
penilaian kinerja karyawannya... lembuar setiap saat... ngurusi BPJS ga ada selesainya...
terlebih bosnya disana tidak "pengertian"...

Saya hanya tersenyum saja...
Saya bilang... itu semua adalah pengalaman yang paling berharga...
apalagi untuk kita yang latar belakang pendidikannya tidak nyambung...

Teman saya, menceritakan bahwa sesudah lebaran dia akan meminta resign...
dan akan mencari pekerjaan yg jauh lebih baik... dan mungkin dia akan keluar dari kota Bogor....

Saya hanya tersenyum...
saya bilang... apakah itu memang sudah diniatkan??
atau hanya emosi sesaat....

Teman saya hanya diam....
dan berkata   "Aku mah apa atuh???"
Kerjaannya ga jelas.... ga ada penghargaan juga.... dari perusahaan...
padahal aku sudah 5 tahun kerja di perusahaan itu.....

Sampai pembicaraan kami terakhir...
teman saya selalu menggerutu....
dan saya hanya menanggapi dengan mendinginkan suasana......
tak terasa... waktu sudah semakin larut.... dan kamipun mengakhiri perbincangan...

Sebelum tidur,..
saya menghabiskan juz buah naga kesukaan saya....
m...m.... manis sekali.....
tidak  seperti kehidupan saya..... :p


RENUNGAN:
Sebagai HR, apakah kita akan mempertahankan seseorang... yang secara kepribadian dia sudah prustasi ditempat kerja???
Apakah kita perlu mencari tahu sumber yg membuat dia frustasi??? supaya kelak.. tidak ada karyawan lain yang mengalami nasib yang sama....


-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).


Senin, 22 Juni 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 22 Juni 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anggota Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO))

(Foto : Hotel IBIS mempunyai beberapa "kelas" hotel dengan nama yang berbeda, untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Pasti ada orang dengan kualifikasi salesman yang mengatur langkah-langkah seperti ini, termasuk tentang teknis promosi lewat mobil. Memang, promosi merupakan bagian dari MARKETING MIX, tetapi orang MARKETING tanpa kualifikasi SELLING (pernah menjadi SALESMAN) akan "garing" dalam menyusun dan menjalankan program bisnis)

* * * * *

SALESMAN. Itulah kata yang secara tegas dan jelas saya ucapkan, ketika ada orang yang bertanya kepada saya, tentang pekerjaan saya. 

Benar bahwa di usia 19 tahun, saya sudah mendirikan dan menjalankan Lembaga Bimbingan Belajar milik saya sendiri (bersama pacar saya, yang sekarang menjadi istri saya).

Benar bahwa di usia 25 tahun sampai 28 tahun saya bekerja sebagai pegawai tetap di Bank BNI dengan NPP 21375.

Benar bahwa di usia 29 tahun sampai 32 tahun saya bekerja di salah satu perusahaan milik Texmaco Group di Jakarta, sebuah perusahaan multinasional dengan banyak anak perusahaan di seluruh dunia.

Dan benar bahwa di usia 32 tahun sampai sekarang ini, saya bekerja sebagai Praktisi Psikologi Industri dan menjadi Komisaris Independen di sebuah group Bank Perkreditan Rakyat yang terkemuka di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tetapi, saya tetaplah seorang SALESMAN. Itulah KUALIFIKASI UTAMA saya.

"Lho, kok kamu malah ngaku salesman. Itu 'kan tidak bergengsi. Orang-orang sekarang memakai istilah MARKETING atau FINANCIAL CONSULTANT supaya lebih bergensi," protes Slontrot.

Saya hanya tersenyum. "Itulah masalahnya," kata saya kepada Slontrot. "Mereka tidak bangga dengan kualifikasi SALESMAN. Padahal, pekerjaan mereka 'kan tetap berjualan juga, 'kan ?"

Slontrot mengangguk-anggukkan kepala.

"Salesman itu adalah kualifikasi yang sangat saya cintai. Sejak saya masih turun tangan langsung BERJUALAN secara DOOR TO DOOR dengan BERJALAN KAKI dalam arti yang sesungguhnya di usia 19 tahun, saya selalu bangga dengan menyebut diri saya sebagai SALESMAN. Kenapa ? Karena saya memang seorang PENJUAL PROFESIONAL, yang mendapat penghasilan dari berjualan memenuhi kebutuhan konsumen".

Entah, hanya ada berapa persen siswa SMA / sederajat dan mahasiswa yang bercita-cita menjadi SALESMAN. Perkiraan saya, tidak banyak. Pada umumnya, orang ini bekerja di kantor yang tidak kepanasan dan tidak kehujanan, yang tempat kerjanya ber-AC, yang tidak dikejar target penjualan yang selalu meningkat, dan karena itu TIDAK TERANCAM DIPECAT dari perusahaan.

Benarkah demikian ? Bagaimana kalau para SALESMAN tidak bisa berjualan sesuai target ? Bukankah perusahaan itu akan surut dan akhirnya bangkrut ? Dan bukankah itu juga berarti juga karyawan non salesman akan kena pecat juga, sebab perusahaan surut / mau bangkrut ? Jadi, kalau diartikan bahwa non salesman aman dari pemecatan, tidak benar juga.

"Tapi 'kan jadi karyawan di kantor tidak kepanasan dan tidak kehujanan, 'kan ?" kata Slontrot.

"Itu karena kamu melihatnya hanya sepotong-sepotong. Apa memang tujuan kamu bekerja hanya biar tidak kehujanan dan tidak kepanasan saja ? Jadi salesman itu BANYAK ENAKNYA juga. Insentifnya besar kalau hasil kerjanya bagus, sehingga PENDAPATAN salesman yaitu gaji plus insentif pasti lebih besar dari staf non salesman. Selain itu, KEPEMIMPINAN di PERUSAHAAN hampir pasti dipegang oleh karyawan dengan kualifikasi SALESMAN di awal kerjanya. Mengapa ? Sebab bisnis itu yang PALING MENDASAR adalah BERJUALAN, dan itu dilakukan oleh orang-orang SALES, apapun levelnya....entah staf, supervisor, manajer, bahkan sampai direktur sekalipun," kata saya.

"Lha kamu 'kan jadi Praktisi Psikologi Industri. Apa hubungannya dengan latar belakang kamu sebagai salesman ?" tanya Slontrot.

"O.... Hubungannya erat sekali. Sebagai orang dengan kualifikasi salesman, saya menggunakan keahlian saya sebagai salesman untuk melakukan penawaran dan negosiasi gaji dengan pelamar kerja potensial.... Saya juga menggunakan keahlian salesman untuk menjual ide dalam melakukan pembenahan sistem di perusahaan, dan bahkan pada saat melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan secara HUMANIS dan SESUAI UNDANG-UNDANG Ketenagakerjaan," jawab saya.

"O.... Dengan begitu, tidak terjadi gejolak, ya ?" tanya Slontrot.

"Iya. Pengusaha senang, karena bisa diyakinkan. Karyawan juga senang, karena bisa diyakinkan. Tetapi memang semuanya itu perlu keahlian SALESMANSHIP dan sesuai UNDANG-UNDANG," jawab saya.

"Lha kalau ada karyawan yang sudah terlanjur belum pernah menjadi salesman, tetapi ingin mempelajari SELLING / SALESMANSHIP, bagaimana ?" tanya Slontrot.

"Memang tidak sekomplit kalau pernah praktek menjadi salesman, tetapi membaca buku tentang SELLING / SALESMANSHIP. Atau dengan mengikuti seminar tentang SELLING / SALESMANSHIP. Atau dengan menonton video tentang SELLING / SALESMANSHIP. Ada banyak cara," jawab saya.

Memang, mungkin Anda sudah terlanjur tidak pernah menjadi salesman. Tetapi mempelajari pengetahuan dan kepribadian salesman akan sangat bermanfaat bagi Anda, apapun pekerjaan dan jabatan Anda, karena Anda mahir dalam menjual ide atau apapun kepada relasi atau rekan kerja Anda.

-----oOo-----
Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi

Jumat, 19 Juni 2015

Laporkan Keluhan Anda Pada Tempatnya

 (Masih) Sekilas BPJS Kesehatan

Diperuntukan untuk semua kalangan, apabila Anda memiliki keluhan atas pelayanan mengenai BPJS Kesehatan. Silahkan berkeluh kesah pada tempatnya, seperti inilah poin penting yang lebih sederhana untuk pelaporan :

1. Petugas BPJS Center di setiap Rumah Sakit yang bekerjasama berperan sebagai pusat pelayanan administrasi dan pengaduan peserta BPJS Kesehatan.
2. Pusat layanan Online 24 Jam melalui 1500400 dan Hotline service KCU Semarang di 08156579791
3. Semua Faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan memberikan pelayanan sesuai ketentuan berlaku
4. Penggunaan Formulir Keluhan BPJS Kesehatan agar dapat ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan
5. Data keluhan disampaikan secara detail, antara lain waktu kejadian, petugas faskes, tempatkejadian, dan permasalahan yang terjadi.

Semoga bermanfaat untuk semua.
-----oOo-----


Penulis : 
Linda Tetelepta, S.A.P

Alumni FISIP Universitas Diponegoro 

Anggota APIO Semarang

Kamis, 18 Juni 2015


BPR Restu Artha Makmur (RAM)

Rilis Kredit Mudik Periode 17 Juni s/d 14 Juli 2015

Info lebih lanjut hubungi : (024) 6721721

Banyak Hadiah Menarik Menanati Anda........!!





--oOo---
 Penulis Oleh:
Happy Hapsari, S.H



Alumni Universitas Negeri Semarang
Anggota APIO



Rabu, 17 Juni 2015

SEMINAR KESEHATAN BPR RAM
 Bersama Dr. Anton Budi Hermawan & Dr. Danang Dwinaryo, SpM


Seminar dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Juni 2015, di KPS BPR Restu Group Jln Majapahit 129B Semarang. Acara dimulai pukul 08.00 - selesai. Selain seminar juga diadakan donor darah, check kesehatan, dan check mata.

















-oOo--


Penulis:

Rahmi Hardyastuti, S.Psi




Alumni  2013 - Universitas Islam Sultan Agung 
Anggota APIO



Selasa, 16 Juni 2015

Bahagia Itu Ternyata Sederhana


Pojok CIPIKA - CIPIKI
  Berbagi Pengalaman Seputar Kekaryawanan dan Kegiatannya bersama Kang Franes
Berkantor bisa dimana saja, sehingga bekerja bisa setiap saat

Sudah tiga hari ini, badan ku tidak begitu enak...
Mengerjakan tugas kantor pun  terpaksa di kosan saja....
beruntung punya team yang pengertian dan kompak...
sehingga semuanya dapat berjalan lancar....

Makan pagi terpaksa dengan bubur saja... :) di sukuri....
Makan siang untungnya ada teman kantor yang nganterin makanan...
Hm..m.... itu susahnya merantau di negeri orang...
jauh dengan keluarga.....

Beberapa Bulan terakhir ini saya kesulitan tidur malam...
Dokter menganjurkan saya untuk meminum obat khusus...
tapi.... masa mau tidur saja harus pakai obat????
tapi gimana lagi.... :(

Setiap malam ketika memejamkan mata...
sepertinya otak ini terus aktive dengan kegiatannya sendiri..
Tidak bisa di hentikan.....
hasilnya... pagi hari bangun dalam keadaan tidak fit....

Malam ini.... bunda telpun dari rumah di kampung...
katanya... adik kecilku... mendapat juara umum..di kelas paralelnya.....
Wooow.... luar biasa.... selamat yah.. dek... :)
mendengar cerita bunda... dan canda tawa adik kecilku...
aku merasa sangat bahagia.... kangenku sedikit terobati....

Malam ini....Semarang... mendadak sunyi senyap......
udara terasa dingin....dan ketika aku memejamkan mata...
tidak aku rasakan lagi.. kegiatan di otak ku.....
"Ternyata... Bahagia Itu Sederhana.... Terima kasih Bunda..."



*) Cerita di atas hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh dan latar itu hanya kebetulan saja





-----oOo-----


Penulis: 
Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si


Kang Franes memulai karirnya sebagai Praktisi Human Resources sejak 2011. 
Anggota  Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO).



Senin, 15 Juni 2015

GADO-GADO Cerita Hidup Bersama Pak Tinus - edisi 15 Juni 2015

GADO-GADO
Bersama : Pak Tinus
(Praktisi Psikologi Industri, Anggota HIMPSI, Anggota APIO)

Apa TUJUAN HIDUP Anda ?

Ketika saya mewawancarai pelamar kerja, saya SELALU mengajukan pertanyaan di atas. Jawabannya bisa bermacam-macam. Masalahnya, apakah "nyambung" dengan pekerjaan yang dilamar atau tidak. Bisa meyakinkan pewawancara atau tidak.

Yang pasti, kalau jawaban pelamar kerja tentang tujuan hidupnya TIDAK JELAS yang terlihat dari jawaban yang BERPUTAR-PUTAR, pasti pelamar tersebut TIDAK DITERIMA !

"Mengapa tidak diterima ?" tanya Slontrot.

"Lha kalau tentang HIDUPNYA SENDIRI dia tidak pernah memikirkan sehingga tidak tahu jawabannya, bagaimana dia mau memikirkan perusahaan tempat dia bekerja ?" jawab saya.

Memang, ketika menjalani tes wawancara, pertanyaan apa saja bisa diajukan. Jadi, pelamar kerja memang harus mempersiapkan diri.

Apalagi kalau pertanyaannya hanya APA TUJUAN HIDUP ANDA. Ya keterlaluan sekali kalau tidak bisa dijawab.

Jadi, apa tujuan hidup Anda ?

-----oOo-----

Penulis: 
Ir. Constantinus, M.M.


Pak Tinus sudah bekerja menjadi salesman sejak umur 19 tahun. 
Sejak tahun 2002 menjadi Praktisi Human Resources. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi