Sabtu, 05 Mei 2018
Kamis, 03 Mei 2018
Corporate Social Responsibility Program KIAT SUKSES MEMASUKI & MENITI KARIR DI DUNIA KERJA Bagi Siswa/Siswi SMK Pius X Magelang
Program Corporate Social Responsibility
(CSR) BPR Restu Group kembali diadakan bagi siswa/siswi Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah. Pada tanggal 2 Mei 2018 bertepatan dengan Hari
Pendidikan Nasional, diadakan pelatihan tentang Kiat Sukses Memasuki dan Meniti
Karir di Dunia Kerja di SMK Pius X Magelang.
Ir. Constantinus, MM. selaku praktisi
psikologi industri di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Restu Group menjelaskan
kepada para peserta, bahwa perusahaan dalam menyeleksi calon karyawan
memperhatikan lima aspek, yaitu : tujuan hidup, kecerdasan, kepribadian, kompetensi, dan
pendidikan formal calon karyawan.
"Jadi, pendidikan formal itu
penting," kata Constantinus. "Tetapi ada 4 hal lain yang lebih
penting. Yang paling diperhatikan oleh perusahaan adalah tujuan hidup. Kalau
tujuan hidup calon pelamar tidak jelas atau tidak sesuai dengan visi, misi, dan
budaya perusahaan, maka calon pelamar tidak diterima meskipun nilai akademis
pendidikan formalnya bagus".
Setelah tujuan hidup, perusahaan juga
memperhatikan aspek kecerdasan dan kepribadian calon karyawan. Karyawan yang
kecerdasan dan kepribadiannya fit dengan tuntutan perusahaan akan cepat
mempelajari hal-hal baru dan menyesuaikan diri untuk menjalankan pekerjaannya.
Aspek lain yang juga diperhatikan oleh
perusahaan adalah kompetensi kerja. "Kompetensi meliputi pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap kerja," kata Constantinus. "Praktek-praktek
yang banyak dilakukan selama sekolah di SMK Pius X Magelang merupakan modal
awal kompetensi kerja".
Selama kegiatan berlangsung, banyak peserta
yang mengajukan pertanyaan yang menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hadir dalam
kegiatan ini Dra Demetria Anjar selaku Kepala SMK Pius X Magelang, Dra. Rita
Ayu Budi selaku Bidang Kesiswaan SMK Pius X Magelang, Kepala Assessment /
Treatment Centre (ATC) BPR Restu Group Rahmi Hardyastuti, S.Psi, CPHCM, dan
peneliti psikologi sosial Ir Susana Adi Astuti, MM.
----- oOo -----
Penulis:
Constantinus

Penulis adalah ilmuwan psikologi,
psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tenga
Rabu, 02 Mei 2018
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018: Karena belajar tidak pernah ada batasnya
Selamat hari Pendidikan Nasional...
Bagi saya hari pendidikan itu, mengingatkan saya bahwa manusia jika ingin terus bertahan harus terus belajar hal baru yang bermanfaat...
Tidak ada kata terlambat untuk belajar...
termasuk saya... :)
Saya masih ingat, beberapa waktu lalu saudara saya berkunjung ke Kota Yogyakarta.
Sudah lama sekali kami tidak bertemu...
"ada cerita panjang yg membuat kami tidak bisa bertemu selama itu"
Singkat cerita kami bertemu di Yogyakarta.
Saya bawakan Loenpia untuk nya.... (marketingan.. istilah saya...)
Kami ngobrol banyak -....
dimulai dari pendidikan saya, keluarga di jawa Barat, dan sampai ke kerjaan..
Saudara saya menceritakan tentang.. keinginannya untuk pensiun dini...
"udah cape, udah saatnya generasi yang baru untuk menggantikannya"
saya pikir,
Saudara saya itu masih jauh dari usia pensiun....
Saya menyampaikan kepada dia, apakah sebaiknya belajar lagi...
tuntutan pekerjaan memang semakin hari akan semakin tinggi...
cape pasti... tapi.. jika tujuan hidup sudah sejalan..
dan proses berdamai dengan hidup.. sudah selesai...
maka keinginan untuk terus berkembang dan maju akan terus ada...
Saya menunjukan beberapa foto kepada saudara saya itu..
beberapa foto yang menunjukan "Begitu Seriusnya Perusahaan tempat Saya Bekerja, Mendukung Karyawannya untuk Terus Belajar".
Ir. Constantinus, M.M secara rutin mengisi training
guna meningkatkan pengetahuan para karyawan
Ir. Constantinus, M.M. secara rutin melalui program SKOT setiap hari Sabtu pagi
dimulai pukul 06.15 s.d 07.30 WIB mengajari kami bagaimana mengolah fisik supaya sejalan dengan tuntutan perusahaan
Morning Sharing adalah salah satu program yang dibuat perusahaan tempat saya bekerja untuk mengajak semua karyawan untuk terus mengasah pengetahuannya dengan ilmu dan brita terbaru, lalu kemudian menularkannya kepada karyawan yang lainnya
Berbagi pengalaman seputar dunia kerja bagi siswa SMK, juga rutin perusahaan kami lakukan. sebagai bentuk kepedulain kami terhadap dunia pendidikan.
Itulah, sedikit foto yang saya tunjukan kepada saudara saya, bahwa hidup ini tidak hanya untuk bekerja saja....
jauh dari itu semua ada tanggung jawab untuk terus belajar dan kemudian mengamalkannya kepada orang lain...
Tidak banyak perusahaan yang peduli terhadap pendidikan para karyawannya...
Selamat hari pendidikan 2 Mei 2018
"Lakukan Semua Pekerjaan dengan Niat Beribadah Kepada Tuhan"
Selasa, 01 Mei 2018
SELAMAT HARI BURUH 1 MEI 2018 : Memaknai Hari Buruh di Zaman Milenia
Kemarin saya diminta pendapat tentang "Hari Buruh 1 Mei 2018"
"Kenapa ya hari buruh identik dengan demo"
"Saya sih simple... Saya juga buruh kok... " jawab saya sambil menggunting tanaman.
"Tapi, saya maknai hari buruh dengan liburan dan berkebun.... Kapan lagi bisa libur".
"Perihal, ada teman saya yang ikut demo, ya tidak apa-apa juga... itu kan hak mereka.."
Sebenarnya...Di era milenia ini...
Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat...
Bukan salah pengusaha, jika lebih memilih tenaga asing.. kalo kita memang tidak kompeten...
Mana ada perusahaan yg mau bangkrut...dengan mempekerjakan orang yg tidak kompeten...
Maka dari itu, kita sebagai buruh/pekerja jaman milenia..
Harus "melek"... harus cerdas dalam bekerja dan beraktivitas
Sisihkan uang untuk terus meningkatkan kompetensi... melalui kursus bahasa asing, mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan soft skill, dan tentunya baca buku....
Supaya kita.. punya nilai/value... Bukan sekedar buruh saja..
Jadi... Ikut demo untuk menuntut hak boleh-boleh saja,
tapi harus ingat sama kewajiban kita juga, yaitu " meningkatkan kompetensi kita"
itu solusi nyata supaya kehidupan buruh semakin sejahtera....
Selamat hari buruh...
1 Mei 2018
"Lakukan Semua Pekerjaan dengan Niat Beribadah Kepada Tuhan"
Kamis, 29 Maret 2018
Kepemimpinan dan Peringatan Wafatnya Yesus Kristus
Tidak terasa besok Jum'at 30 Maret 2018 adalah hari peringatan wafatnya Yesus Kristus.
Dari wafatnya Yesus, kita belajar apa itu arti kata pengorbanan. Kita dapat belajar cara mengasihi karena Yesus pernah mengajarkan tidak ada yang lebih besar dari kasih seorang sahabat yang memberikan nyawanya bagi sahabatnya.
Begitu juga kepemimpinan dalam sebuah organisasi, pemimpin harus siap berkorban untuk organisasi dan anak buah yang dipimpinnya. Pengorbanan itu bisa berupa waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi. Jadi bukan pemimpin jika bisanya hanya mengeluh.....
Itulah makna yang dapat kita pelajari dari kematian Yesus di kayu salib...
semoga kita semua bisa memetik hikmah dari peringatan tersebut...
Senin, 26 Maret 2018
MUSIK ALTERNATIVE - JUARA I (BPR Restu Artha Makmur)
Kali ini, Warta HR (WH) dan NEST4HR akan mengajak kita semua untuk mengenal lebih dekat dengan Tim Music Alternative - Temu Karyawan 2018 dengan predikat Juara I Musik Alternative. Hari Agung Wiwoho adalah Ketua Tim Musik Alternative dari RAM - 2 (PT BPR Restu Artha Makmur).
Keterangan :
WH : Warta HR
HAG : Hari Agung Wiwoho
WH : Selamat pagi, Bapak. Selamat ya, atas prestasi yang diraih yaitu sebagai Juara I Tim Musik Alternative - Temu Karyawan 2018.
HAG : Terima kasih.
WH : Apa yang menginspirasi Bapak & Tim untuk memilih lagu, aransemen, dan alat musik yang Bapak & Tim dalam performance Musik Alternative di Temu Karyawan 2018 ini?
HAG : Tema yang kita angkat adalah mengenai persatuan, dimana hal ini merupakan bagian dari perusahaan yang terdiri dari divisi-divisi yang ada di Santosa Group dan Restu Group sehingga persatuan sangatlah penting untuk memajukan perusahaan. Ide lagu dan isi dari pementasan kami merupakan bagian dari doa untuk mempersatu sehingga kita tidak lupa akan sejarah dari berdiri dan tumbuhnya Santosa Group dan Restu Group sehingga kita akan selalu teringat peribahasa "kacang tidak lupa pada kulitnya", karena tanpa sejarah kita tidak akan bisa seperti sekarang ini.
Sedangkan untuk menggambarkan dari tema diatas, kami menampilkan Sumpah Palapa dan Suwukan Jaran Kepang.
Tembang “Jaran Teji” sebenarnya hanya terdiri atas 4 larik, untuk larik berikutnya hanya diulang-ulang. Jika dilihat dari syairnya terdapat makna budi pekerti yang tersirat dalam tembang tersebut, antara lain:
KEBERSAMAAN, dalam syair “sing numpak ndoro bei sing ngiring poro menteri” disana terdapat rasa kebersamaan antara atasan dan bawahan. Kebersamaan untuk saling membutuhkan dan saling membantu. Orang yang berkedudukan lebih tinggi (ndoro bei) membutuhkan orang yang berkedudukan lebih rendah (para mentri) begitu juga sebaliknya.
MENGHORMATI, budaya Jawa telah mengajarkan bahwa seseorang yang mempunyai kedudukan lebih rendah harus menghormati orang yang berkedudukan lebih tinggi. Hal itu tampak pada syair “sing numpak ndoro bei sing ngiring poro mentri” dalam syair tersebut "ndoro bei" dianggap mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari "para mentri"-nya, karena sebutan "ndoro bei" hanya digunakan untuk seseorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi dan keturunan ningrat. Apalagi ditunjang dengan tungganganya kuda yang tinggi besar yang harus diiringi oleh "para mentri"-nya. Oleh karna itu, tugas "para mentri" adalah mengawal "ndoro bei"tersebut. Dalam hal ini, jelas bahwa budi pekerti yang harus ditanamkan adalah sikap menghormati yang lebih tua atau yang lebih tinggi kedudukannya.
Kemudian "Sumpah Palapa" yang bisa diartikan sumpah untuk mempersatukan Nusantara yang di ikrarkan oleh Patih Gajah Mada. Di sini kami gambarkan, kami juga berikrar untuk lebih mempererat persatuan seluruh divisi yang ada di Santosa Group dan Restu Group itu sendiri. Kemudian kami padukan dengan penggalan lagu “Suwukan Jaran Kepang” karya Jogja HipHop Fondation yang mempunyai sebagian lirik “kaki danyang nini danyang ... jaran kepangku balekno ngandang” yang kami simpulkan dengan “para leluhur ... kembalikanlah kejayaan kami” dimana isi dari lagu tersebut juga banyak mengandung wejangan, petuah dan makna dalam bersikap di dalam kehidupan.
Kemudian untuk aransemen dan alat musik kami memilih sesuai dengan persyaratan yang dilombakan yaitu harus menggunakan barang barang bekas sehari hari dan bukan alat musik resmi. Kami memilih menggunakan drum bekas minyak, ember bekas cat, pralon bekas, dan botol kaca bekas untuk harmonisasi. Selain itu, kostum kami sendiri mempunyai makna yaitu Patih Gajah Mada itu sendiri sebagai Patih, kemudian Warok untuk mewakili Punggawa atau Mentri, Penunggang Jaranan sebagai para "ndoro bei" itu sendiri, kemudian Sinden sebagai Public Figure, dan yang terakhir kostum pemegang alat mewakili rakyat atau masyarakat biasa. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa siapapun kita darimana pun asal kita. Dengan bersatu kita akan dan harus bisa berjalan beriringan untuk menuju kejayaan.
WH : Bisa diceritakan, persiapan apa saja yang dilakukan untuk performance Musik Alternative di Temu Karyawan 2018 ini ?
HAG : Untuk persiapan sendiri kami memulai mungkin kurang lebih sekitar sebulan sebelumnya. Mulai dari menentukan tema, lagu, koreo, menentukan alat musik, memilih anggota yang terlibat, Para Direksi yang sangat membatu seluruh persiapan dan pemilihan mulai dari alat tema dan anggota yang terlibat. Semua keputusan kami ambil dari koordinasi dan kesepakatan bersama, dan untuk memilih anggota ini sendiri kami sempat kesulitan dikarenakan antusias dari seluruh karyawan sangat tinggi. Semua merasa ingin ikut berpartisipasi dengan semangat yang menggebu-gebu. Tetapi sudah menjadi ketentuan yaitu peserta lomba tidak boleh lebih dari 20 anggota untuk tiap tim nya. Kemudian menentukan jadwal berlatih yang tidak mengganggu kesibukan dari pekerjaan utama kami. Agar supaya 4B selalu bisa kami jalankan yaitu “Berkerja - Berkarya - Berkreasi - Berprestasi” sesuai arahan dari pimpinan kami.
WH : Kesuksesan ini tentu ada kuncinya. Menurut Bapak & Tim, apa saja yang menjadi kunci sukses Bapak & Tim ?
HAG : Itu pasti. Kunci sukses kami adalah kebersamaan, persatuan, kekeluargaan, ikhlas, bersungguh-sungguh, saling menghormati, dan berjiwa korsa serta totalitas tanpa batas sesuai budaya perusahaan yang selama ini kami anut dan terapkan.
WH : Sebenarnya, apa yang menjadi motivasi Bapak & Tim untuk dapat mencapai predikat sebagai Juara ini ?
HAG : Untuk motivasi sih, lebih ke arah kami selalu memberikan yang terbaik. Saya sendiri mempunyai motto dan prinsip yaitu “Berilah hingga yang tak bisa kamu berikan” hukum alam pasti akan mengikuti. Kemudian juga tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan seluruh karyawan tanpa kecuali. Khususnya para pimpinan kami yang juga sangat sepenuh hati men-support kami dalam segala hal.
WH : Menurut Bapak & Tim, apa peran penting Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan yang sekaligus menjadi tema dalam Temu Karyawan 2018 ini ?
HAG : Menjadi penyedia jasa yang terkemuka, professional, memberikan nilai lebih, memberikan kepuasan, cost effective serta menjadi manusia yang produktif dan berkomitmen, semua ini hal terpenting dalam Visi, misi , dan Budaya Perusahaan Santosa dan Group Restu Group. Visi & Misi berperan sebagai pedoman kami dalam menjalani pekerjaan di perusahaan ini. Bukan hanya di dalam dunia perusahaan saja, bahkan bisa menjadi pedoman kami di kehidupan sosial. Jadi tidak hanya untuk diketahui tetapi harus dipahami dan diamalkan.
WH : Apa sudah ada rencana menggunakan Musik Alternative ini untuk kegiatan promosi produk BPR? Kalau sudah ada, akan diadakan kapan dan dimana?
HAG : Harapannya penampilan musik alternative ini dapat dipentaskan lagi diacara promosi berikutnya karena sampai dengan saat ini semua alat yang kami pergunakan masih tersimpan dengan baik, akan tetapi semua ini merupakan keputusan dari perusahaan untuk tampil atau tidaknya.
WH : Apa pesan Bapak & Tim kepada Tim lain yang pada kesempatan kali ini belum mendapatkan predikat sebagai Juara Musik Alternative Temu Karyawan 2018?
HAG : Untuk seluruh tim lain dan seluruh peserta entah itu juara atau belum menjadi juara. Kami berpesan tetap semangat tetap ikhlas dan berbanggalah. Bangga karena sebenarnya kita adalah satu keluarga dan dengan bersama kita BISAAAA !!!!
WH : Terima kasih atas waktu yang Bapak & Tim berikan. Sukses selalu untuk Bapak & Tim.
Gambar 1. Juara I Musik Alternative
BPR Restu Artha Makmur
(Dari kiri atas : Arditya Patriot Pratama, Ryan Christian, Eddo Rakasiwi, Sri Toto Pramuktiyasko, Diajeng Melinda Intan, Nunnia Nain Densya, Hari Agung Wiwoho, Chendya Primaningtyas, Heni Fitriyani, Sulistyo Nugroho, Toib, Martinus Ardianto, Tri Wibowo Cahyo)
(Dari kiri bawah : Prabowo Rio, Kusuma Agung Wijaya, Endar Budi Nurmansyah, Andi Sopyan, Edi Wahono, Deni Adi S, Asep Budiman)
Video 1. Penampilan Juara I Musik Alternative
BPR Restu Artha Makmur
Silahkan klik link di bawah ini
Demikianlah wawancara WH dengan Bapak & Tim yang mendapatkan predikat Juara I Musik Alternative – Temu Karyawan 2018. Semoga bermanfaat untuk lebih menyemangati kita semua untuk selalu menjadi lebih baik.
-----oOo-----
Reporter : Constantinus dan Linda Tetelepta
Kamis, 22 Maret 2018
MUSIK ALTERNATIVE - JUARA II (BPR Restu Klepu Makmur)
Kali ini, Warta HR (WH) dan NEST4HR akan mengajak kita semua untuk mengenal lebih dekat dengan Tim Music Alternative - Temu Karyawan 2018 dengan predikat Juara II Musik Alternative. Edi Purwo Susanto adalah Ketua Tim Musik Alternative dari RKM - 2 (PT BPR Restu Klepu Makmur).
Keterangan :
WH : Warta HR
EDP : Edi Purwo Susanto
WH : Selamat pagi, Bapak. Selamat ya, atas prestasi yang diraih yaitu sebagai Juara II Tim Musik Alternative - Temu Karyawan 2018.
EDP : Terima kasih.
WH : Apa yang menginspirasi Bapak & Tim untuk memilih lagu, aransemen, dan alat musik yang Bapak & Tim dalam performance Musik Alternative di Temu Karyawan 2018 ini?
EDP : Karena aturan yang di berikan kepada kami, dimana kita harus mencari aransemen yang benar-benar menarik dan memukau yang memadukan antara pilihan lagu yang hits, kostum, dan alat bekas yang kita mainkan.
WH : Bisa diceritakan, persiapan apa saja yang dilakukan untuk performance Musik Alternative di Temu Karyawan 2018 ini ?
EDP : Latihan terus menerus agar antara pemusik, penari, dan vokalis bisa kompak di nada maupun di ketukan alat musiknya.
WH : Kesuksesan ini tentu ada kuncinya. Menurut Bapak & Tim, apa saja yang menjadi kunci sukses Bapak & Tim ?
EDP : Menentukan konsep yang simple tapi menarik dan selalu menjaga kekompakan dan mental.
WH : Sebenarnya, apa yang menjadi motivasi Bapak & Tim untuk dapat mencapai predikat sebagai Juara ini ?
EDP : Kita BPR RKM merindukan juara khususnya di ajang performance.
WH : Menurut Bapak & Tim, apa peran penting Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan yang sekaligus menjadi tema dalam Temu Karyawan 2018 ini ?
EDP : Menjunjung tinggi Nilai Visi & Misi untuk di terapkan dalam konsep yang sudah kita bentuk.
WH : Apa sudah ada rencana menggunakan Musik Alternatif ini untuk kegiatan promosi produk BPR? Kalau sudah ada, akan diadakan kapan dan dimana?
EDP : Belum ada rencana dan masih dalam wacana.
WH : Apa pesan Bapak & Tim kepada Tim lain yang pada kesempatan kali ini belum mendapatkan predikat sebagai Juara Musik Alternative Temu Karyawan 2018?
EDP : Teruslah semangat teman jangan putus asa. Di setiap performance kita harus benar-benar pintar untuk memilih aransemen dan yang terpenting menjaga kekompakan dan menjaga mental, karena tanpa itu semua akan mustahil gelar juara akan kita raih.
WH : Terima kasih atas waktu yang Bapak & Tim berikan. Sukses selalu untuk Bapak & Tim.
Gambar 1. Juara II Musik Alternative
BPR Restu Klepu Makmur
(Dari kanan atas : ria Yan Prasaja, Pungkas Setya Laras, M. Debi Setiawan, Izaac Christya Yordan Sandityas, Galih Rakasiwi, Phancapana Krismas P, Ibnu Setyo Nugroho, Heri Purwoko, Edi Purwo Susanto, Yulianto, Wahyu Novianto)
(Dari cewek kanan : Anita Sari, Wahyu Dian Saputri, Irsalina Nur Dini Atsari, Muslikhatul Ummah, Okta Fahlevi, Christiana Wahyuningtyas, Widya Anugrah Olivia)
Video 1. Penampilan Juara II Musik Alternative
BPR Restu Klepu Makmur
Silahkan klik link di bawah ini
Demikianlah wawancara WH dengan Bapak & Tim yang mendapatkan predikat Juara II Musik Alternative – Temu Karyawan 2018. Semoga bermanfaat untuk lebih menyemangati kita semua untuk selalu menjadi lebih baik.
-----oOo-----
Reporter : Constantinus dan Linda Tetelepta
Langganan:
Postingan (Atom)


























