Senin, 18 Desember 2017

LOMBA CERDAS CERMAT BUDAYA PERUSAHAAN "PANCA KARYA" / "RESTU WAY"

LATAR BELAKANG

Di usia yang ke-27, dan semakin banyaknya sumberdaya manusia yang baru masuk, maka budaya perusahaan harus semakin disosialisasikan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh HR Korporat yang menunjukkan bahwa banyak sumberdaya manusia dari level L-5 sampai dengan L-1 yang ternyata belum hafal maupun paham tentang visi, misi, dan budaya perusahaan, sehingga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari justru menggunakan BUDAYA PERUSAHAAN TEMPAT KERJANYA YANG DULU, yang kalau dibiarkan maka akan terjadi kekaburan visi, misi, dan budaya perusahaan. Kekaburan visi, misi, dan budaya perusahaan yang dibiarkan akan berakibat pada menurunnya ketangguhan perusahaan, sebab masing-masing sumberdaya manusia bertindak sesuai dengan visi, misi, dan budayanya masing-masing, bukan sesuai dengan visi, misi, dan budaya perusahaan.

TUJUAN
Membuat seluruh sumberdaya manusia dari semua level (L-5 sampai L-1) hafal dan faham tentang visi, misi, dan budaya perusahaan.

SASARAN 
Yang ingin dirubah lewat Lomba Cerdas Cermat ini adalah aspek pengetahuan sumberdaya manusia, yaitu HAFAL dan PAHAM.

WAKTU PELAKSANAAN
Saat Temu Karyawan di bulan Februari 2017.

PESERTA
Staf L-4 sebagai wakil dari divisi.  Tim terdiri dari 3 orang pemain utama dan 2 orang pemain cadangan.

PEMBUATAN SOAL
Soal dibuat oleh HR Korporat.

JURI
Juri adalah HR Korporat.

KISI-KISI MATERI LOMBA
Kisi-kisi materi lomba disusun oleh HR Korporat  u/p  Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si., MM, CPHCM, dan akan dibagikan paling lambat akhir Desember 2017.


----- oOo -----



Penulis: 
Constantinus



Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah


Sabtu, 16 Desember 2017

Literasi Keuangan dan Tips Memasuki Dunia Kerja Bersama PT BPR Restu Klepu Makmur




Seluruh Siswa-siswi SMK Theresiana sangat antusias mengikuti literasi keuangan 
dan Tips Memasuki Dunia Kerja di Ruangan Teater


SMK Theresiana Semarang (14/12),  yang beralamat di Jl. GajahMada 91 Semarang.   Ada yang nampak  berbeda di pagi itu.  Semua siswa dan siswi kelas 3 sudah berkumpul dengan suka ria di ruangan Teater SMK Theresiana.  Pagi itu, SMK Theresiana kedatangan tamu dari PT BPR Restu Klepu Makmur guna melakukan Literasi Keuangan dan membagi Tips memasuki Dunia Kerja.
Dua ratus siswa dan siswi SMK Theresiana  memadati ruangan Teater dan penuh antusias mengikuti  acara literasi tersebut.  Selain memaparkan materi keuangan, acara tersebut juga  membahas Tips memasuki dunia kerja.


Happy Hapsari, S.H., CPHCM sedang memberikan 
bingkisan kepada salah satu siswi SMK Theresiana

“Anda  sangat beruntung, bisa hadir di forum ini.  Dimana anda akan mengetahui  betapa pentingnya arti sebuah persiapan untuk memasuki dunia kerja, yang belum tentu teman-teman seangkatan anda di SMK lain mendapatkan hal  yang sama seperti hari ini” ungkap Happy Hapsari, S.H., CPHCM (Praktisi HR di BPR Restu Group).  Memang betul dalam kenyataannya, siswa & siswi SMK yang lulus sekolah belum tentu siap bekerja  secara mental dan kepribadian.  Oleh sebab itu, maka  PT BPR Restu Klepu Makmur  bekerja sama dengan PPSDM Restu Group mengadakan pelatihan ini.

Dalam acara tersebut juga dibahas secara mendalam terkait surat lamaran kerja, cv, dan wawancara kerja.  “Surat lamaran kerja adalah langkah awal anda yang bisa menentukan apakah anda akan diterima atau gagal saat melamar kerja”  ungkap Franes Pradusuara, S.Pt., M.Si., M.M., CPHCM (Praktisi HR di BPR Restu Group) dalam sela-sela pemaparan materinya.

Maria Christina R. T. L  selaku Project Coordinator Empowering Tegalsari  (program Eqwip-Hubs Semarang),  yang  ikut hadir membantu acara tersebut mengungkapkan  bahwa  kegiatan ini akan terus diadakan secara berkesinambungan melihat   antusias dan manfaat yang didapatkan oleh peserta.

Hal senada juga disampaikan oleh Darusalam, S.E., M.M selaku Direktur Utama PT BPR Restu Klepu Makmur yang ditemui dalam sela-sela rapat pembentukan panitia temu karyawan BPR Restu Group ke 27, bahwa "Literasi keuangan dan tips memasuki dunia kerja ini sangat penting dilakukan dan  merupakan bentuk kepedulian PT BPR Restu Klepu Makmur terhadap dunia pendidikan saat ini, khususnya untuk anak-anak generasi sekarang"
 
Dengan pemaparan materi yang fun, to the point dan “Gen Z” banget, acara hari itu bisa berjalan dengan sangat lancar dan memuaskan.

Penulis:
Tim Kreatif Warta HR

Jumat, 15 Desember 2017

PELATIHAN BUDAYA PERUSAHAAN PT BPR RESTU KLEPU MAKMUR HOTEL GRIYA PERSADA BANDUNGAN



PELATIHAN BUDAYA PERUSAHAAN
PT BPR RESTU KLEPU MAKMUR
HOTEL GRIYA PERSADA BANDUNGAN

Foto : PT BPR Restu Klepu Makmur
Tulisan : Constantinus





Dalam rangka menyongsong tahun 2018, PT BPR Restu Klepu Makmur pada tanggal 14 Desember 2017 mengadakan pelatihan tentang budaya perusahaan "Restu Way" di Hotel Griya Persada Bandungan. Pelatihan yang dihadiri oleh Komisaris, Direksi, Manajer, dan Supervisor PT BPR Restu Klepu Makmur ini diberikan oleh Praktisi Psikologi Industri sekaligus Ilmuwan Psikologi Constantinus. 

"Sejalan dengan bertambahnya jumlah karyawan, maka tantangan PT BPR Restu Klepu Makmur dalam kristalisasi budaya perusahaan Restu Way semakin besar," kata Direktur Utama Darusalam, S.E., M.M. dalam pelatihan tersebut. "Komisaris, Direksi, Manajer, dan Supervisor harus dapat menjadi contoh nyata bagi para karyawan baru tentang penegakan budaya perusahaan Restu Way".

Pujiyanto, A.Md. selaku Direktur PT BPR Restu Klepu Makmur menambahkan bahwa sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbankan, PT BPR Restu Klepu Makmur harus terus meningkatkan penegakan budaya perusahaan Restu Way. "Jadi tidak boleh sampai turun. Penegakan budaya perusahaan Restu Way harus semakin meningkat," kata Pujiyanto, A.Md.

Pelatihan yang diselingi dengan humor-humor segar sebagai contoh nyata dari Constantinus ini menekankan tentang pentingnya kecerdasan sumberdaya manusia. "Cerdas dalam bekerja dan beraktivitas merupakan budaya perusahaan ini," kata Constantinus. "Suka atau tidak suka, seluruh sumberdaya manusia di PT BPR Restu Klepu Makmur harus cerdas. Cerdas dalam bekerja. Cerdas juga dalam beraktivitas".

Dalam pelatihan ini, peserta juga diberi pemahaman tentang arti kata cerdas dalam budaya perusahaan Restu Way. Ada 2 golongan kecerdasan. Pertama, cerdas secara potensial, yang diukur dengan psikotes. Kedua, cerdas secara aktual, berupa cerdas dalam bekerja ( = kompetensi kerja) dan cerdas dalam beraktivitas ( = kompetensi sosial). 

"Kalau dirumuskan, cerdas potensial + belajar = cerdas aktual sebagaimana dituntut dalam budaya perusahaan," kata Constantinus. "Artinya, belajar itu sangat penting. Supaya orang jadi cerdas secara aktual, maka harus rajin belajar. Supaya orang jadi produktif, maka harus rajin bekerja. Padahal, perusahaan menghendaki cerdas dan produktif. Artinya, orang harus rajin bekerja sekaligus rajin belajar. Dengan demikian, maka PT BPR Restu Klepu Makmur akan punya nilai lebih untuk memenangkan persaingan, karena budaya perusahaan sudah mengkristal di dalam diri seluruh sumberdaya manusianya".


----- oOo -----



Penulis: 
Constantinus



Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah

Kamis, 14 Desember 2017

CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi 14 Desember 2017


CERDAS secara POTENSIAL,
CERDAS secara AKTUAL dalam hal BEKERJA,
CERDAS secara AKTUAL dalam hal BERAKTIVITAS

Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi, Praktisi Psikologi Industri)


CELOTAH : Saya masih belum begitu jelas tentang budaya CERDAS dalam bekerja dan beraktivitas. Jadi, sumberdaya manusia di perusahaan ini memang harus CERDAS, ya ?

CELOTEH : Ya.

CELOTAH : Kalau tidak cerdas, bagaimana ?

CELOTEH : Ya harus BELAJAR supaya cerdas.

CELOTAH : Lho ? Belajar itu bisa MEMBUAT cerdas, tho ?

CELOTEH : Ya ! Belajar itu meningkatkan kecerdasan AKTUAL alias KOMPETENSI sebagaimana dituntut dalam budaya perusahaan yaitu  CERDAS dalam BEKERJA (= KOMPETENSI KERJA) dan BERAKTIVITAS (= KOMPETENSI SOSIAL).

CELOTAH : O.... Begitu, ya.... Jadi kecerdasan AKTUAL itu ada CERDAS dalam BEKERJA (KOMPETENSI KERJA)  dan ada CERDAS dalam BERAKTIVITAS (KOMPETENSI SOSIAL), ya ??

CELOTEH : Benar ! Cerdas secara AKTUAL ini berbeda dengan cerdas secara POTENSIAL. Kalau cerdas secara POTENSIAL itu yang diukur dengan PSIKOTES.

CELOTAH : Hubungan antara cerdas secara POTENSIAL  dengan cerdas secara AKTUAL itu bagaimana ?

CELOTEH : (1) Cerdas secara POTENSIAL + BELAJAR tentang pekerjaan = cerdas secara AKTUAL dalam hal cerdas dalam BEKERJA / kompetensi KERJA. (2) Cerdas secara POTENSIAL + BELAJAR tentang kontak / hubungan sosial = cerdas secara AKTUAL dalam hal cerdas dalam BERAKTIVITAS / kompetensi SOSIAL.

CELOTAH : Jadi ada 3 macam kecerdasan, ya ? (1) Cerdas secara POTENSIAL. (2) Cerdas secara AKTUAL dalam hal BEKERJA. (3) Cerdas secara AKTUAL dalam hal.BERAKTIVITAS. Dan yang dituntut oleh budaya perusahaan adalah (2) dan (3), ya ?

CELOTEH : Benar sekali ! Tapi kalau (1)-nya terlalu rendah, untuk bisa jadi (2) maupun (3) memang harus belajar banyak sekali, lho....


----- oOo -----





CELOTAH & CELOTEH adalah serba-serbi manajemen SDM dalam obrolan ringan 
yang ditulis oleh Constantinus, seorang ilmuwan psikologi & praktisi HR

Rabu, 13 Desember 2017

KALIBRASI PAD PRODUKTIVITAS BAGI PELANGGAR BUDAYA PERUSAHAAN - Edisi : 13 Desember 2017


"KALIBRASI PAD PRODUKTIVITAS BAGI PELANGGAR BUDAYA PERUSAHAAN"
-13 Desember 2017-

Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi, Praktisi Psikologi Industri)


Siapa penanggung jawab budaya perusahaan ?

Penanggung jawab budaya perusahaan adalah sumberdaya manusia
yang levelnya paling tinggi di kantor tersebut.
Apabila level paling tinggi di kantor tersebut
ada lebih dari satu orang, maka ditunjuk oleh Pemimpin Divisi
salah satu orang yang menjadi penanggung jawab
budaya kerja di kantor tersebut.


Siapa penanggung jawab budaya perusahaan di lingkup group ?

Penanggung jawab budaya perusahaan di lingkup group
adalah HR Korporat.


Apakah seorang karyawan dapat diputus hubungan kerjanya
karena melanggar budaya perusahaan ?

Seorang karyawan tetap dapat diputus
hubungan kerjanya karena melanggar
budaya perusahaan.
Pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menaati 
peraturan perusahaan dan/ atau perintah atasan.
Karyawan tersebut mendapakan Form Coaching sampai dengan
Surat Peringatan, dan akhirnya bila tidak ada
perbaikan, maka diputus hubungan kerjanya.


Apa pengaruh pelanggaran budaya perusahaan pada
PAD (Performance Appraisal yang Disempurnakan) ?

Pelanggaran budaya perusahaan otomatis berperngaruh 
pada integritas dan juga kompetensi 
(sebab, di dalam kompetensi terkandung sikap kerja).


Apabila seorang karyawan melanggar budaya perusahaan
sehingga integritas mendapatkan nilai 7,5 (maksimum 15), dan
kompetensi mendapat nilai 7,5 (maksimum 15), sehingga 
total adalah 15, apakah produktivitas tetap bisa mendapat
nilai 70 (maksimal 70) karena produktivitasnya istimewa ?

Tidak bisa ! Karena budaya perusahaan masih belum mengkristal
sebagaimana penilaian pengusaha, maka karyawan yang
integritasnya + kompetensi <24, nilai produktivitas konversi sebagai berikut :

Integritas + kompetensi = 21 s.d kurang dari 24,
nilai produktivitas dikalikan 0,7.
Misal : aslinya 70, hanya jadi 49.

Integritas + kompetensi = 18 s.d kurang dari 21,
nilai produktivitas dikalikan 0,6.
Misal : aslinya 70, hanya jadi 42.

Integritas + kompetensi = kurang dari 18,
nilai produktivitas dikalikan 0,5.
Misal : aslinya 70, hanya jadi 35.

Ini dilakukan untuk rekap PAD Januari s.d Desember 2017,
supaya karyawan yang tidak taat pada budaya perusahaan
jangan sampai mendapat PAD bagus.



----- oOo -----


Penulis: 
Constantinus






Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah

Selasa, 12 Desember 2017

HIRARKI 5 ASPEK - CELOTAH & CELOTEH (Bacaan Santai dan Berisi) - Edisi 12 Desember 2017

HIRARKI 5 ASPEK
(Lanjutan Edisi 29 Nopember 2017)


Oleh :
Constantinus
(Ilmuwan Psikologi, Praktisi Psikologi Industri)
CELOTAH : Tempo hari sudah dijelaskan bahwa ranking pertama yang dinilai perusahaan adalah tujuan hidup, ranking kedua adalah kecerdasan, ranking ketiga adalah kepribadian. Untuk ranking keempat dan kelima, apa ya ?
CELOTEH : Ranking keempat adalah kompetensi. Kompetensi adalah gabungan dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.
CELOTAH : Yang kelima ?
CELOTEH : Ranking kelima adalah pendidikan.
CELOTAH : Wah, ternyata pendidikan itu tidak penting, ya ?
CELOTEH : Tetap penting ! Kalau tidak penting, kan tidak masuk dalam Hirarki 5 Aspek !
CELOTAH : Oh, iya ya.....
----- oOo -----

Penulis: 
Constantinus





Penulis adalah ilmuwan psikologi,
kandidat psikolog industri & organisasi,
praktisi manajemen sumberdaya manusia,
komisaris BPR Restu Group,
dan anggota Keluarga Sabuk Hitam INKADO Jawa Tengah